JATENGKU.COM, Batang — Mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP), Anastasya Nauli Putri Regitha dari Program Studi Teknik Sipil, merancang bangsal pascapanen sebagai fasilitas penyimpanan hasil pertanian Desa Gumawang, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim 1 Tahun 2025/2026 pada Jumat (30/01/2026).
Desa Gumawang memiliki potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, melinjo, kopi, dan kakao yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Namun, belum tersedianya fasilitas penyimpanan yang layak menyebabkan hasil panen rentan mengalami kerusakan serta penurunan mutu sebelum dipasarkan.
Dalam kegiatan observasi dan diskusi lapangan, Anastasya melakukan wawancara dengan perangkat desa serta pelaku usaha pertanian setempat. Pemilik Lembaga Swadaya Pertanian Creative Farm Desa Gumawang, Hartono Kuswanoto, menilai bahwa penguatan sarana pascapanen merupakan salah satu kebutuhan yang dapat mendukung pertanian di desa.
“Salah satu yang bisa dikembangkan di desa terkait pertanian adalah bangsal pascapanen. Selama ini petani lokal masih terbatas fasilitas untuk penanganan hasil panen setelah panen,” ujar Hartono saat ditemui di kediamannya oleh Tim KKN Desa Gumawang Universitas Diponegoro, 15 Januari 2026.
Berdasarkan masukan tersebut, perancangan bangsal pascapanen difokuskan pada kebutuhan riil petani, mulai dari kapasitas tampung, jenis komoditas, hingga sistem penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik hasil pertanian setempat. Secara teknis, rancangan mencakup tata letak bangunan, sistem struktur, sirkulasi pergerakan barang, serta utilitas sederhana yang menunjang operasional.
Sebagai luaran program kerja, Anastasya menyusun Dokumen Perencanaan Teknis (Detail Engineering Design/DED) sederhana yang diserahkan kepada Pemerintah Desa Gumawang pada 30 Januari 2026 di Balai Desa Gumawang. Dokumen tersebut diterima oleh Sekretaris Desa Gumawang, Agus Haryanto, sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan fasilitas desa.

Program ini menyasar pelaku usaha pertanian sebagai pengguna langsung fasilitas bangsal pascapanen, serta Pemerintah Desa Gumawang sebagai pihak pengelola dan pengambil kebijakan pembangunan infrastruktur desa. Ke depan, keberadaan fasilitas pascapanen diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian serta memperkuat nilai tambah produk unggulan Desa Gumawang.
Program kerja perancangan bangsal pascapanen ini merupakan salah satu program kerja multidisiplin Tim KKN Desa Gumawang Universitas Diponegogo yang berfokus pada sektor pertanian dengan tema besar “Integrasi Pertanian Cerdas”, sebagai upaya mendorong pengelolaan pertanian desa yang lebih terencana, adaptif, dan berkelanjutan.






