MAHESA UPGRIS Desa Tirtomulyo Melakukan Survei ...

MAHESA UPGRIS Desa Tirtomulyo Melakukan Survei UMKM, untuk Menggali Potensi dan Tantangan Pelaku Usaha Loka

Ukuran Teks:

MAHESA UPGRIS Desa Tirtomulyo Melakukan Survei UMKM, untuk Menggali Potensi dan Tantangan Pelaku Usaha Lokal

Kendal Kamis, 25 Juni 2026– Mahasiswa MAHESA UPGRIS melaksanakan survei terhadap sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seperti UMKM Gabin Payem, Gaplek, Kripik Talas dan lain-lain yang ada di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, kondisi usaha, serta berbagai kendala yang dihadapi para pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Survei dilakukan secara langsung dengan mengunjungi tempat usaha milik warga. Tim MAHESA UPRIS berdialog dengan para pelaku UMKM untuk memperoleh informasi mengenai jenis usaha, proses produksi, strategi pemasaran, hingga harapan mereka terhadap pengembangan usaha di masa mendatang. Berbagai jenis UMKM yang ditemui meliputi usaha olahan makanan, dan produk hasil pertanian dan perkebunan lokal, termasuk kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan Desa Tirtomulyo.

Berdasarkan hasil survei, mahasiswa MAHESA UPGRIS Desa Tirtomulyo menemukan bahwa sebagian besar UMKM memiliki produk yang berkualitas dan diproduksi secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang menjadi tantangan dalam pengembangan usaha. Di antaranya adalah kemasan produk yang masih sederhana, belum adanya identitas merek atau label yang menarik, keterbatasan promosi, serta pemasaran yang masih berfokus pada lingkungan sekitar desa atau berdasarkan pesanan dari pelanggan tetap.

Selain itu, beberapa pelaku UMKM mengaku belum memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Minimnya pengetahuan mengenai pemasaran melalui media sosial maupun marketplace menjadi salah satu faktor yang menyebabkan produk lokal belum dikenal secara luas. Padahal, potensi produk yang dimiliki nilai yang mampu bersaing apabila didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.

Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa MAHESA UPGRIS Desa Tirtomulyo juga memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka. Sebagian besar berharap produk-produk UMKM di Desa Tirtomulyo dapat lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di lingkungan desa, tetapi juga di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga luar daerah. Mereka juga berharap adanya pendampingan dalam pembuatan label produk, desain kemasan, promosi digital, serta perluasan jaringan pemasaran.

Koordinator Desa Tirtomulyo Mahasiswa MAHESA UPGRIS menjelaskan bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar dalam merancang program pendampingan UMKM selama pelaksanaan program kerja. Program yang direncanakan meliputi pengembangan identitas produk, pelatihan pemasaran digital, pembuatan media promosi, serta dokumentasi produk agar memiliki daya tarik yang lebih baik di mata konsumen.

“Kami melihat bahwa UMKM di Desa Tirtomulyo memiliki potensi yang besar. Tantangan utamanya bukan pada kualitas produk, melainkan bagaimana produk tersebut dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Melalui program pendampingan ini, kami berharap pelaku UMKM semakin percaya diri dalam memperkenalkan hasil usahanya,” ujar dari Satrio Bagus Berlianto, Koordinator Kecamatan Desa Tirtomulyo.

Pemerintah Desa Tirtomulyo turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan survei yang dilakukan mahasiswa. Hasil pendataan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM.

Melalui survei ini, mahasiswa MAHESA UPGRIS Desa Tirtomulyo berharap setiap pelaku UMKM memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, produk-produk lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas sehingga dapat menjadi kebanggaan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha.

Survei UMKM ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Harapannya, UMKM Desa Tirtomulyo tidak hanya berkembang dari segi produksi, tetapi juga semakin dikenal melalui pemasaran yang efektif, baik di dalam desa maupun di luar daerah.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan