JATENGKU.COM, Kendal — Mahasiswa Mengabdi Desa (MAHESA) Universitas PGRI Semarang 2026 Kelompok 4 Desa Wonodadi mengadakan kegiatan kunjungan kepada para UMKM Sagon di Desa Wonodadi, Kecamatan Pelantungan, Kabupaten Kendal. Melalui kegiatan pengembangan dan penguatan identitas produk UMKM Sagon. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas sekaligus memiliki nilai tambah dalm pemasaran
UMKM Sagon merupakan salah satu usaha khas Desa Wonodadi yang memiliki cita rasa gurih dan manis dengan aroma kelapa, merupakan produk unggulan masyarakat. Sagon Wonodadi memiliki daya tarik pada kesederhanaan bahan, proses pembuatan yang tradisional, serta cita rasa yang menghadirkan nuansa nostalgia bagi masyarakat.
Melalui program MAHESA 2026. Mahasiswa melakukan observasi dan diskusi bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi potensi serta kebutuhan usaha. Selanjutnya, Tim Mahesa memberikan pendampingan berupa strategi pengenalan produk melalui pembaruan identitas merek, penyusunan media promosi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran yang lebih luas. Pendekatan seperti ini banyak diterapkan dalam program pemberdayaan UMKM karena dapat meningkatkan pengenalan merek dan nilai jual produk.

Penanggung Jawab UMKM KKN MAHESA 2026 Desa Wonodadi Muhammad Afif Abadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung perkembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“kami berharap produk Sagon khas Desa Wonodadi tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja tetapi dapat lebih di kenal oleh khalayak umum,” ujarnya.
Pelaku UMKM menyambut baik program pendampingan tersebut karena dinilai memberikan wawasan baru mengenai pentingnya branding produk dalam meningkatkan daya saing usaha. Dengan adanya pendampingan ini, pelaku usaha dihadrapkan mampu mengembangkan produknya secara berkelanjutan tanpa meninggalkan cita rasa dan nilai budaya yang menjadi ciri khas sagon Desa Wonodadi.
Melalui program ini, MAHESA 2026 berharap potensi lokal Desa Wonodadi dapat terus berkembang sehingga mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan produk pangan tradisional sebagai identitas desa.
