Mahasiswa Teknik Kimia Tim Hibah Pembelajaran B...

Mahasiswa Teknik Kimia Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Warga Ngargorejo Olah Sampah Organik Jadi Maggot untuk Pakan Ternak dan Pupuk, Dukung Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Boyolali — Tim Hibah Pembelajaran Berdampak Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Pemerintah Desa Ngargorejo menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Budidaya Maggot dan Produksi Pupuk Kasgot” di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Program yang berjalan sejak Februari hingga Juli 2026 ini merupakan bagian dari skema Hibah Pembelajaran Berdampak jalur Membangun Desa.

Tim yang beranggotakan Linda Agustina, Afdhalu Khoerunissa, Anandia Fauziyah Qatarin, Brian Putra Ramadhan, Ivanna Thabitha Sandy, Nanda Putri Margani, Nurul Ardhilla Puspaningrum, Praja Fadholi Abror, dan Rahma Ayu Lathifah ini berada di bawah bimbingan dosen pendamping Novesa Nurgirisia, S.T., M.T.

Desa Ngargorejo dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi limbah rumah tangga yang cukup besar namun belum dikelola secara optimal, sementara sektor peternakan di desa tersebut membutuhkan alternatif pakan dengan biaya lebih terjangkau. Kondisi inilah yang mendorong tim menghadirkan program budidaya maggot berbasis larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi biokonversi limbah organik rumah tangga.

Sejak awal April 2026, tim membangun kandang budidaya di lahan warga yang dipinjamkan, dengan modal awal 5 gram telur maggot bantuan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Surakarta. Telur BSF tersebut menetas dalam 3–7 hari, lalu bayi maggot dipindahkan ke kandang pembesaran pada usia 5–7 hari untuk diberi pakan sampah organik. Setelah melalui proses pembesaran selama 7–10 hari, maggot pun siap dipanen pada usia 15–20 hari dengan bobot mencapai 10 kilogram, dan budidaya bahkan berlanjut hingga tuntas satu siklus hidup BSF penuh, mulai dari larva, prepupa, pupa, lalat dewasa, hingga bertelur kembali untuk generasi berikutnya.

Tidak berhenti di situ, residu hasil budidaya turut diolah menjadi pupuk kasgot melalui proses fermentasi menggunakan EM4 dan molase selama dua minggu. Hasil pengujian di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian UNS, menunjukkan pupuk ini mengandung Nitrogen 2,80 persen, P₂O₅ 0,41 persen, K₂O 0,79 persen, dengan pH 8,74, yang telah memenuhi standar mutu pupuk organik padat sesuai Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 261/Kpts/SR.310/M/4/2019.

Ketua Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Desa Ngargorejo, Linda Agustina, menjelaskan alasan tim memilih budidaya maggot sebagai solusi pengolahan limbah rumah tangga di Desa Ngargorejo.

“Kami melihat sampah organik di Desa Ngargorejo selama ini belum dimanfaatkan dengan baik. Dari situ kami akhirnya memilih untuk mengolahnya melalui budidaya maggot, sekaligus sebagai pakan ternak dan pupuk kasgot bagi warga. Selain mengurangi volume sampah, cara ini juga kami harapkan bisa memberi manfaat bagi Desa Ngargorejo,” ujarnya.

Puncak kegiatan digelar pada Kamis (18/06/2026) melalui sosialisasi dan pelatihan yang diikuti peserta dari anggota PKK, kelompok tani, kader Posyandu, dan karang taruna. Kegiatan ini turut menggandeng kembali Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta yang memberikan materi seputar budidaya maggot, selain pemaparan dari tim mahasiswa tentang pembuatan pupuk kasgot, demonstrasi dan praktik langsung, hingga pemanfaatan media digital untuk mendukung pemasaran produk.

Antusiasme warga terlihat sejak awal acara. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar langkah-langkah memulai budidaya maggot dalam skala rumah tangga, bahkan banyak yang penasaran dan antusias ingin mencoba produk olahan maggot kering hasil pengovenan yang disuguhkan tim sebagai contoh produk turunan.

Sejumlah warga yang mencicipi mengaku terkejut karena rasanya ternyata enak, mirip camilan pada umumnya, jauh dari bayangan mereka sebelumnya, sehingga membuat warga lain yang tadinya ragu jadi ikut penasaran untuk mencoba.

Mahasiswa Teknik Kimia Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Ajak Warga Ngargorejo Olah Sampah Organik Jadi Maggot untuk Pakan Ternak dan Pupuk, Dukung Pengelolaan Limbah Rumah Tangga
Sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot bersama warga Desa Ngargorejo Sumber: Dokumentasi Tim Hibah Pembelajaran Berdampak UNS Desa Ngargorejo

Kepala Desa Ngargorejo turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini sebagai langkah strategis dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Kami sangat mengapresiasi program dari adik-adik mahasiswa UNS ini. Semoga budidaya maggot dan pupuk kasgot ini bisa terus berjalan dan memberi manfaat bagi warga Ngargorejo ke depannya,” kata Kepala Desa Ngargorejo.

Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa berkurangnya volume limbah organik rumah tangga, meningkatnya pengetahuan warga mengenai pengelolaan limbah, serta tersedianya fasilitas budidaya maggot yang dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sebanyak 44 kemasan pupuk kasgot pun telah dibagikan langsung kepada warga sebagai contoh hasil pengolahan limbah organik.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi yang terjalin antara mahasiswa, Kelompok Tani Ngudi Rejeki II, dan Pemerintah Desa Ngargorejo.

Sebagai bentuk keberlanjutan, kandang budidaya maggot telah dihibahkan dan diserahkan kepada pihak Desa Ngargorejo, dengan harapan sistem pengelolaan limbah organik berbasis masyarakat ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat lingkungan, sosial, serta ekonomi jangka panjang bagi Desa Ngargorejo.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan