Dukung Kemajuan Ekonomi Melalui Promosi Digital, AIESEC in UNS Melaksanakan Pengabdian Di Desa Trangsan Melalui On The Map 2026
JATENGKU.COM, SURAKARTA – AIESEC In Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan 2 orang Local Volunteer dan 2 orang exchange participant dari Vietnam dan India melaksanakan kegiatan yang bertemakan pengabdian kepada masyarakat desa melalui kegiatan “On The Map”. Kegiatan ini mulai diselenggarakan pada (30/5/2026) hingga (30/6/2026) dengan kegiatan yang berfokus di Desa Wisata Rotan Trangsan.
Pada kegiatan ini peserta berjumlah orang yang masing masing terdiri dari 2 Local Volunteer dan 2 Exchange Participant, serta 8 orang panitia dari AIESEC in UNS. Kegiatan On The Map ini merupakan salah satu program yang dimiliki oleh AIESEC, organisasi yang berfokus pada kegiatan volunteer dan exchange yang memiliki misi untuk memberikan kontribusi melalui kegiatan pemuda di seluruh dunia, di mana On The Map dirancang selaras dengan SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang kegiatannya ditujukan untuk membantu peningkatan kualitas ekonomi melalui ekonomi digital di Desa Wisata Rotan Trangsan yang mayoritas merupakan pelaku UMKM kerajinan rotan.
Ryan Gautama, sebagai salah satu dari Local Volunteer menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang penting karena pemaparan tentang ekonomi dan pemasaran digital sangatlah diperlukan untuk pelaku UMKM sehingga usaha yang dilakukan tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas, terlebih jika tujuannya adalah untuk meningkatkan industri kreatif dan pariwisata di Desa Wisata Rotan Trangsan.
“Banyak pelaku UMKM di sini yang bahkan cara mengelola media sosial dan website saja belum tahu, padahal kebanyakan dari UMKM di sini sudah melakukan ekspor ke berbagai negara. Branding dan pemasaran di media itu sangat penting agar calon konsumen bisa melihat apa yang menjadi keunikan dari tempat ini, entah itu untuk UMKM atau desanya secara keseluruhan, yang penting dipasarkan dan menarik gitu” tutur Ryan selaku peserta dari kegiatan On The Map. Ia meyakini bahwa jika suatu usaha menginginkan adanya ekspansi dan sukses yang besar, hal yang pertama dilakukan adalah membuat orang tahu dan sadar terhadap eksistensinya.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 2 orang volunteer yang berasal dari India dan Vietnam dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kedua orang tersebut didampingi oleh Local Volunteer selama pelaksanaanya dalam kegiatan pengabdian di Desa Trangsan, yang kemudian juga diharapkan untuk mampu memberikan nilai-nilai budaya yang berbeda ke masyarakat di Desa Trangsan, serta memperkenalkan Desa Trangsan kembali ke negara masing-masing. Banyak pihak telah dilibatkan dalam kegiatan ini sehingga diharapkan dampak positif tidak hanya berhenti di beberapa pihak kecil namun dapat melebar luas.
On The Map mencoba untuk memecahkan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh banyak pelaku UMKM serta masyarakat di Desa Trangsan terutama dari sisi pariwisata serta keberlanjutan ekonomi dan bisnis mereka. Banyak kegiatan telah dilakukan mulai dari sosialisasi, focus group discussion bersama masyarakat, pembuatan konten dan strategi pemasaran, pengelolaan media sosial, dan program pertukaran budaya untuk memperkuat nilai-nilai budaya yang dibawa.

Ketika berkunjung ke salah satu UMKM, tim On The Map melakukan identifikasi masalah dan diskusi terkait kondisi dari UMKM tersebut untuk mengetahui permasalahan spesifik yang dimiliki oleh setiap UMKM sehingga kemudian solusi dan strategi yang dibuat bisa tepat sasaran. Pendekatan ini dilakukan karena minimnya data yang dimiliki oleh setiap pelaku UMKM sehingga diperlukan adanya diskusi dan kunjungan. Setelah mendapatkan diskusi serta izin, tim dari On The Map langsung bekerja untuk menciptakan konten dan hal lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan ekonomi digital di Desa Trangsan. Selain itu kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti sosialisasi, pertukaran budaya, serta FGD disambut sangat positif dan antusias oleh warga setempat dan senang karena ada hal baru yang bisa mereka ambil.
Kegiatan On The Map ini dilaksanakan pada rentang 30 Mei 2026 hingga 30 Juni 2026 dan dimulai sekitar pukul 9 pagi hingga 3 sore setiap hari Senin hingga Jumat untuk mensukseskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Ekonomi Berkelanjutan melalui peningkatan kegiatan ekonomi digital.
Artikel ditulis oleh: Ryan Gautama
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Prodi Ilmu Komunikasi
Editor Jatengku.com lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam pengelolaan media online.