JATENGKU.COM, SUKOHARJO — MahasiswaUniversitas Sebelas Maret (UNS) yang hadir tergabung Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Reguler kelompok 201 dalam kurun Periode Juli-Agustus 2025 dapat menginisiasi adanya program pembuatan botol bekas jadi pot melalui cat akrilik di Desa Tambakboyo Kelurahan sukoharjo, Kecamatan Tawangsari.
Program ini menjadi bagian dari tema besar KKN bertajuk “ EPPM atau edukasi dan pemberdayaan masyarakat”, dengan fokus pada penguatan keterampilan dan kreatif dalam pembuatan botol bekas menjadi pot sehingga dapat menggunakan semangat bagi anak-anak desa.


Kegiatan penanaman pohon dan pembuatan pot dari botol bekas ini menjadi target di wilayah RT 02/RW 02, tepatnya di halaman posko yang berada di Dusun Tambakboyo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Tawangsari. Daerah ini dikenal memiliki masalah sampah, terutama banyaknya botol bekas yang tidak terpakai. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus sadar untuk menjaga keindahan alam agar tidak tercemar di sungai, selokan, maupun di sekitar rumah yang dapat menyebabkan banjir.
Selama program, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2025 dengan fokus utama pembuatan pot dari botol bekas. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif dalam menjaga lingkungan tetap ramah, dengan tahapan pertama yaitu mengumpulkan bahan berupa botol bekas, genteng, dan cat akrilik.
Setelah itu, botol mulai dipotong lalu dikreasikan sesuai imajinasi agar terbentuk pot yang unik. Tahap terakhir yaitu melukis pot dengan cat akrilik agar lebih estetik. Setelah kering, pot diisi dengan media tanam dan biji sayur, sehingga siap digunakan sebagai pot ramah lingkungan dari botol bekas.

Tujuan utama dari program Kami KKN Reguler 201 UNS dalam Pemanfaatan Botol Bekas menjadi Pot untuk memperkenalkan 3 konsep yang berkaitan dengan pengelolaan sampah yang berfokus pada 3 hal yakni reduce, reuse, recycle.
Reduce pada tahap pertama ini kegiatan bertujuan untuk mengurangi produksi limbah dalam penggunaan barang-barang sekali pakai atau mengambil langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam. Ini bisa mencakup praktik seperti membeli produk dengan kemasan minimal, menggunakan energi lebih efisien, atau menghindari pemborosan sumber daya.
Reuse (Menggunakan Ulang): Menggunakan kembali barang-barang atau bahan-bahan yang masih dapat digunakan setelah pemakaian awal. Contohnya termasuk mengisi ulang botol air minum, mendaur ulang kemasan, atau mendonasikan barang-barang bekas yang masih berfungsi daripada membeli yang baru.
Recycle (Mendaur Ulang): Proses mengubah bahan-bahan bekas menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Ini melibatkan pengumpulan, pengolahan, dan limbah untuk menghasilkan produk baru. Mendaur ulang membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam yang langka dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan.
“Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang berserakan, tetapi juga mengajak anak-anak untuk berperan aktif dalam melestarikan lingkungan sekitar,” ujar Mara salah satu anggota KKN Reguler Kelompok 201 UNS.
Selama kegiatan berlangsung dalam kegiatan pembuatan pot dari botol bekas ini, mahasiswa KKN Reguler Kelompok 201 UNS berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan agar tidak tercemar.
Kami berharap adanya kegiatan ini tidak hanya semata program kkn saja, tetapi bisa dilanjutkan kepada anak-anak dikenalkan sejak dini menjadi langkah pondasi atau awal menuju desa yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan positif di lingkungan sekitar.
Selain itu, kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas pada anak dan juga memperkenalkan mereka pada konsep ecological literacy atau literasi ekologi. Ecological literacy didefinisikan sebagai kesadaran tentang pentingnya lingkungan hidup. Pengetahuan dan kesadaran tentang ruang lingkup masalah lingkungan merupakan hal penting karena dapat membangkitkan kepedulian dan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
Program ini diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan inovasi serupa yang berbasis pada prinsip daur ulang dalam program penanaman bibit sayur melalui media sebagai pembuatan botol bekas menjadi pot sehingga menciptakan kreativitas pada anak dari pemotongan hingga melukis botol bekas jadi pot sejalan dengan menyenangkan dan sangat antuisisme sesuai dengan tujuan SDGs poin 12 .











