JATENGKU.COM, SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Chalista Clara Antika Br Ginting, berhasil menjalankan program pemberdayaan UMKM Tahu Boss melalui inisiatif “Edukasi Personal Hygiene dan Sanitasi Produksi sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Keamanan Produk Pangan pada UMKM Tahu Boss dan Pemberdayaan Ekonomi Pelaku Usaha melalui Desain Kemasan Menarik, dan Informatif untuk Produk UMKM Tahu Boss.”
Program ini bertujuan ganda, yakni meningkatkan standar kualitas produk tahu sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi pelaku usaha.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Undip mengawali program dengan sosialisasi intensif bersama pelaku usaha UMKM Tahu Boss. Tahap ini krusial untuk membangun pemahaman bersama mengenai tujuan program dan mengidentifikasi kebutuhan spesifik UMKM. Setelah sosialisasi, fokus program beralih pada dua aspek krusial.
Pertama, edukasi mendalam mengenai personal hygiene dan sanitasi produksi diberikan kepada para pekerja dan pemilik UMKM Tahu Boss.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya kebersihan diri, penggunaan alat pelindung diri, serta praktik sanitasi yang benar dalam setiap tahapan produksi tahu, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kontaminasi dan memastikan produk tahu yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Kami melihat bahwa aspek kebersihan dan sanitasi adalah fondasi utama dalam produksi pangan. Dengan pemahaman dan praktik yang baik, mutu dan keamanan produk tahu dari UMKM Tahu Boss dapat meningkat signifikan,” ujar Chalista.
Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, melainkan juga didampingi dengan demonstrasi langsung dan sesi tanya jawab interaktif, memastikan pemahaman yang komprehensif dari pelaku UMKM.
Aspek kedua dari program ini adalah pemberdayaan ekonomi melalui inovasi desain kemasan. Mahasiswa KKN Undip berkolaborasi dengan UMKM Tahu Boss untuk membuat desain kemasan baru yang lebih menarik, modern, dan informatif.

Desain kemasan ini tidak hanya estetis, tetapi juga memuat informasi penting seperti komposisi produk, label, hingga informasi digital marketing UMKM.
Setelah desain selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil desain kemasan tersebut kepada pelaku usaha Tahu Boss untuk mendapatkan masukan dan persetujuan, memastikan kemasan sesuai dengan kebutuhan UMKM.
“Kemasan yang menarik dan informatif adalah salah satu kunci untuk menarik minat konsumen dan meningkatkan daya saing produk di pasaran,” tambah Chalista. Dengan kemasan baru ini, diharapkan produk tahu dari UMKM Tahu Boss dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi, menjangkau pasar yang lebih luas, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Program KKN ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa Undip dalam mendukung pengembangan UMKM lokal. Dengan sinergi antara edukasi mutu dan inovasi pemasaran, diharapkan UMKM Tahu Boss dapat terus berkembang, menghasilkan produk berkualitas, dan menjadi contoh sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat.











