JATENGKU.COM, Wonogiri — Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Reguler Tim 1 Undip 2026 Tim 130 melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan rumpun SAINTEK berupa edukasi mitigasi kebencanaan gempa bumi dengan sasaran Karang Taruna Desa Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran pemuda desa sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi.
Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi geologi Indonesia yang berada pada Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) serta pengaruh zona subduksi atau megathrust di selatan Pulau Jawa. Proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi tektonik. Oleh karena itu, pemahaman mengenai risiko gempa dan langkah mitigasinya menjadi hal penting, khususnya bagi pemuda desa yang memiliki peran strategis dalam respon awal bencana.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Teknik Geologi menyampaikan materi edukasi menggunakan media poster visual yang menjelaskan pengertian gempa bumi, mekanisme megathrust, proses subduksi, potensi dampak gempa dan tsunami, serta langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi, baik di dalam maupun di luar ruangan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan tas siaga bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan keluarga dan lingkungan.
Norbertha Ayudya Anne Pramesti, mahasiswa Teknik Geologi Undip selaku pelaksana program kerja, menyampaikan bahwa edukasi ini difokuskan pada Karang Taruna karena peran pemuda yang sangat penting dalam penyebaran informasi kebencanaan.
“Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai penggerak di masyarakat. Harapannya, pemahaman yang diperoleh hari ini bisa diteruskan kepada keluarga dan warga sekitar, sehingga kesiapsiagaan terhadap gempa bumi dapat terbentuk secara kolektif,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh anggota Karang Taruna Desa Kerjo Kidul. Salah satu perwakilan Karang Taruna menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sebelumnya belum banyak dipahami.
“Selama ini kami sering mendengar istilah gempa dan megathrust, tapi belum benar-benar paham maksudnya. Dari sosialisasi ini, kami jadi tahu penyebabnya dan apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi. Materinya jelas dan mudah dipahami, jadi kami siap menyampaikan lagi ke warga lain,” ungkap salah satu anggota Karang Taruna Desa Kerjo Kidul.
Melalui kegiatan edukasi mitigasi gempa bumi ini, mahasiswa KKN Reguler Undip berharap Karang Taruna Desa Kerjo Kidul dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan desa. Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction) serta sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas dan SDG 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan

Penulis: Norbertha Ayudya Anne Pramesti
Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Diponegoro






