Edukasi Pengelolaan DAS dan Konservasi Lahan, M...

Edukasi Pengelolaan DAS dan Konservasi Lahan, Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Dorong Pertanian Berkelanjutan di Desa Jrakah Bersama BPP Selo

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Boyolali – Tim MBKM Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkolaborasi dengan pemerintah Desa Jrakah dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Selo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian Desa Jrakah dengan tema “Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Lahan Berbasis Masyarakat Desa” yang diselenggarakan pada Senin (08/06/2026) di Gedung Serba Guna Kantor Desa Jrakah. Kegiatan ini dihadiri oleh 77 peserta perwakilan kelompok tani Desa Jrakah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua Hibah JARPAK Muhammad Bayu Handoko Saputro, Dosen Pembimbing MBKM Desa Jrakah Gentur Adi Tjahjono, S.Si., M.Pd., Kepala Desa Jrakah, Camat Kecamatan Selo, dan Polsek Selo. Selanjutnya peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya pengelolaan DAS dan konservasi lahan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung produktivitas pertanian. Materi yang disampaikan juga mencakup teknik terasering, pembuatan pupuk organik, pengendalian hama ramah lingkungan, serta rotasi tanaman yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan Yulius Eko Darmawan, S.TP selaku Koordinator BPP Kecamatan Selo sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti oleh masyarakat desa yang antusias untuk menambah wawasan mengenai pengelolaan lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yulius menjelaskan pentingnya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) karena kondisi lahan, vegetasi, dan aliran air saling berkaitan. Kerusakan pada salah satu komponen dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan produktivitas pertanian masyarakat. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai konservasi lahan, terutama teknik terasering yang banyak diterapkan di daerah lereng seperti Desa Jrakah. Teknik ini dinilai efektif untuk mengurangi erosi, meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, serta menjaga kesuburan lahan pertanian.

Edukasi Pengelolaan DAS dan Konservasi Lahan, Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Dorong Pertanian Berkelanjutan di Desa Jrakah Bersama BPP Selo
Sumber : Dokumentasi Tim MBKM UNS Desa Jrakah (08/06/2026)

Tidak hanya membahas konservasi lahan, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan organik melalui pembuatan pupuk kompos padat dan pupuk organik cair (POC). Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan, seperti kotoran ternak, urine sapi, bekatul, dan bahan organik lainnya yang dapat diolah menjadi pupuk ramah lingkungan.

Materi berikutnya membahas pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan cara yang lebih aman bagi lingkungan. Narasumber menjelaskan berbagai metode pengendalian, mulai dari sanitasi lingkungan, pemanfaatan musuh alami, hingga penggunaan pestisida nabati yang dibuat dari daun pepaya, daun sirsak, dan daun tembakau.

Peserta juga diajak memahami pentingnya rotasi tanaman sebagai salah satu langkah menjaga kesuburan tanah dan mengurangi serangan hama maupun penyakit tanaman. Praktik sederhana tersebut dinilai mampu membantu petani meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Edukasi Pengelolaan DAS dan Konservasi Lahan, Mahasiswa Tim Hibah MKBM UNS Dorong Pertanian Berkelanjutan di Desa Jrakah Bersama BPP Selo
Sumber : Dokumentasi Tim MBKM UNS Desa Jrakah (08/06/2026)

Yulius Eko Darmawan menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan DAS dan konservasi lahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh Masyarakat.

“Lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, upaya konservasi perlu dilakukan bersama-sama dan dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat diterapkan di sekitar kita,” ujarnya.

Kepala Desa Jrakah menyambut baik kegiatan ini dan berharap ilmu yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari, sehingga lahan tetap produktif dan lingkungan tetap terjaga untuk masa depan. Dukungan juga diberikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Selo selaku narasumber pada sosialisasi ini.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Jrakah diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mampu menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, BPP Kecamatan Selo, dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Jrakah dengan meningkatnya pemahaman petani mengenai pengelolaan DAS, konservasi lahan, serta praktik pertanian ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Selain mendukung produktivitas pertanian, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Desa Tanpa Kelaparan), SDG 13 (Desa Tanggap Perubahan Iklim), SDG 15 (Desa Peduli Lingkungan darat), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa) melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, BPP Kecamatan Selo, dan perguruan tinggi.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan