JATENGKU.COM, Kendal — Selama ini urusan surat-menyurat dan laporan keuangan jadi momok tersendiri bagi sebagian perangkat Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Banyak dokumen masih dikerjakan serba manual, bahkan tak jarang harus minta tolong orang lain hanya untuk mengetik dan merapikan laporan di komputer.
Kondisi itulah yang mendorong mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (Undip) turun tangan. Berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) seiring dengan status Getas sebagai Desa BRILian, mereka menggelar pelatihan komputer untuk perangkat desa. Materi yang diberikan mulai dari Microsoft Word, Excel, pengelolaan keuangan, sampai PowerPoint (PPT) untuk membuat bahan presentasi rapat.

“Kami sempat ngobrol-ngobrol dulu sama perangkat desa sebelum bikin program ini. Ternyata memang banyak yang masih kesulitan pas harus bikin surat resmi atau rekap laporan keuangan pakai Excel. Dari situ kami rasa pelatihan semacam ini penting banget buat mereka,” kata Belva Rafael Zafrano, mahasiswa Teknik Elektro Undip angkatan 2023 yang menjadi penanggung jawab (PIC) program ini.
Belva tidak sendirian. Ia dibantu teman-teman satu tim KKN Tematik yang bergantian jadi pengajar dan pendamping setiap kali sesi berlangsung, mulai dari menyiapkan materi, membimbing praktik langsung, sampai memandu peserta yang masih meraba-raba mouse dan keyboard. Pelaksanaan program ini juga tidak lepas dari dukungan dan arahan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang dikomandoi oleh Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt, M.Si., IPM., beserta empat dosen pendamping lainnya dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP.
Status Desa BRILian, BRI dan Carik Sinergi Kawal Pelatihan

Sebagai bagian dari ekosistem pembinaan Desa BRILian, pihak Bank BRI memberikan dukungan penuh dari belakang layar, seperti membantu penyediaan materi dan sarana penunjang untuk sesi keuangan desa. Berkat dukungan itu, materi yang disampaikan ke perangkat desa jadi lebih lengkap, bukan cuma soal cara pakai Excel, tapi juga bagaimana menyusun laporan keuangan yang rapi dan bisa dipertanggungjawabkan.
Di lapangan, kelancaran acara juga banyak dibantu oleh Sekretaris Desa atau yang akrab disapa Pak Carik. Dialah yang mengatur jadwal, menyiapkan tempat, sampai memastikan perangkat desa datang tepat waktu di setiap sesi. Tanpa koordinasi rapi seperti ini, jadwal pelatihan yang padat dua kali sepekan bisa saja berantakan.
Dua Sesi Materi Word Tuntas, Perangkat Desa Makin Percaya Diri

Pelatihan ini dikemas dalam lima sesi yang digelar setiap Senin dan Kamis di Balai Desa Getas. Sesi pertama telah berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, berisi materi dasar Microsoft Word untuk membuat surat dan dokumen resmi desa. Sesi kedua menyusul digelar hari ini, Kamis, 2 Juli 2026, masih dengan materi Word namun sudah masuk ke praktik yang lebih aplikatif, seperti penyusunan surat keluar dan format dokumen sesuai kebutuhan administrasi desa sehari-hari.
Antusiasme perangkat desa terlihat jelas pada dua sesi yang telah berlangsung. Sesi pertama diikuti oleh 6 orang perangkat desa, dan jumlah yang sama juga tercatat pada sesi kedua, dari total 18 perangkat desa yang menjadi target program. Belum seluruh target dapat hadir secara serentak karena sebagian besar perangkat desa masih harus membagi waktu dengan tugas pelayanan warga yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, konsistensi kehadiran pada dua sesi awal ini dinilai sebagai fondasi yang baik bagi keberlanjutan program, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan secara bertahap dan ditularkan kepada rekan-rekan sejawat lainnya di kantor desa.
Sesi-sesi berikutnya bakal beralih fokus ke pengenalan dan penyusunan laporan keuangan desa yang lebih rapi menggunakan Excel, sebelum akhirnya ditutup dengan materi PowerPoint. Tujuannya biar perangkat desa nggak cuma bisa bikin laporan, tapi juga percaya diri saat harus presentasi program kerja di depan warga atau forum resmi lainnya. Bukan Kamis seperti jadwal biasanya, sesi penutup justru digeser ke Rabu, 15 Juli 2026, menyesuaikan agenda desa.
Penulis: Media Informasi KKN-T 136 Desa Getas Universitas Diponegoro x Bank BRI
