Mahasiswa UPGRIS Pelajari Pengelolaan “Yarn Knitting Crafts” Melalui International Community Service di Desa Serangan Bali
JATENGKU.COM, Bali – Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Semarang (Upgris) melaksanakan pendampingan kepada pelaku UMKM Yarn Knitting Crafts in Serangan Village dalam rangkaian kegiatan International Community Service (ICS) Based on Selected Object 2026 yang berlangsung di Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal.

Selama pendampingan, mahasiswa melakukan observasi terhadap proses produksi kerajinan rajut, berdiskusi langsung dengan pelaku usaha, serta mengidentifikasi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis. Melalui proses tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya inovasi dalam mempertahankan daya saing produk di tengah perkembangan pasar.
Dosen pembimbing lapangan, Daru Putri Kusumaningtyas, S.E.,M.Han. dan Rizki Firdausi Rachmadania, S.E.,M.SM. mengatakan bahwa kegiatan International Community Service dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori manajemen, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini mahasiswa belajar memahami cara membuat kerajinan rajut menjadi bentuk bentuk dan kondisi nyata yang dihadapi pelaku UMKM. Di sisi lain, pelaku usaha juga memperoleh masukan mengenai strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Dalam sesi pendampingan, mahasiswa memberikan sejumlah rekomendasi terkait pengembangan desain produk tanpa menghilangkan karakter khas kerajinan Desa Serangan. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat identitas lokal sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen.
Selain aspek desain, mahasiswa juga mengedukasi pelaku UMKM mengenai pentingnya kemasan produk yang menarik, penyusunan identitas merek (branding), serta cara mempromosikan atau cara penjualan di tempat terse. Strategi tersebut dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Pelaku UMKM menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut karena memberikan wawasan baru mengenai pengembangan usaha, khususnya dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif. Berbagai masukan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran ke depan.

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari program Sustainable International Community Service (SICS) 2026 yang melibatkan berbagai sektor UMKM di Desa Serangan sebagai mitra pengabdian masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha, diharapkan tercipta inovasi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Program International Community Service (ICS) menjadi salah satu bentuk komitmen Upgris dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui pendampingan kepada Yarn Knitting Crafts in Serangan Village, mahasiswa diharapkan dapat membawa pengalaman tersebut sebagai bekal dalam mengembangkan inovasi kewirausahaan di masa mendatang. Sementara itu, UMKM setempat diharapkan terus menghasilkan produk kerajinan rajut yang berkualitas, inovatif, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas Desa Serangan.
Profil Penulis:
1. Puspita Dwi Lestari – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
2. Lia Merliyana- Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
3. Waida Putri Cahyani – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
4. Selvi Vidayanti – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
Editor Jatengku.com lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam pengelolaan media online.