Dari Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, Mahasiswa Ma...

Dari Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, Mahasiswa Manajemen FEB Universitas PGRI Semarang Dukung Pengelolaan Limbah Organik di Serangan Village Bali

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Bali – Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) semester 6 mengikuti kegiatan Sustainable International Community Service (SICS) bertema “Organic Waste Management” yang diselenggarakan pada 30 Juni 2026 di Desa Serangan, Denpasar, Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memahami pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan dalam mendukung kelestarian lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa mengunjungi tempat pengelolaan sampah milik masyarakat Desa Serangan yang setiap harinya menangani sekitar 5 ton sampah. Berdasarkan penjelasan pengelola, setiap hari terdapat sekitar empat truk sampah yang diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sebagian besar sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik yang berasal dari sisa-sisa sesajen masyarakat, sehingga pengolahan sampah organik menjadi fokus utama di lokasi tersebut.

Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dilakukan secara bertahap. Proses diawali dengan pemilahan antara sampah organik dan sampah plastik. Sampah organik berupa dedaunan dan sisa sesajen kemudian dimasukkan ke dalam mesin pencacah untuk dihaluskan. Setelah proses pencacahan selesai, bahan kompos didiamkan dan disiram menggunakan larutan A4 secara berkala sambil dibolak-balik agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Selanjutnya, bahan ditutup hingga menjadi kompos setengah jadi, kemudian diayak menggunakan mesin untuk memisahkan bagian yang masih kasar sebelum dikeringkan kembali hingga menjadi pupuk kompos siap pakai. Keseluruhan proses tersebut memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan pupuk kompos yang berkualitas.

Dari Sampah Menjadi Nilai Ekonomi, Mahasiswa Manajemen FEB Universitas PGRI Semarang Dukung Pengelolaan Limbah Organik di Serangan Village Bali

Tidak hanya mengolah sampah organik, masyarakat Desa Serangan juga memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi, seperti meja, kursi, dan berbagai produk lainnya. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, pengelolaan sampah di Desa Serangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan kapasitas mesin pengolah yang menyebabkan proses produksi harus dilakukan secara bertahap. Selain itu, pemasaran pupuk kompos masih terbatas pada perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah Bali. Kondisi cuaca yang cukup panas juga menjadi kendala tersendiri karena pupuk kompos yang telah selesai diproduksi harus segera dipasarkan agar kualitasnya tetap terjaga.

Melalui kegiatan SICS ini, mahasiswa Manajemen FEB UPGRIS memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari proses produksi hingga tantangan dalam pemasarannya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan sekaligus menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Profil Penulis:

  1. Sinta Larisa Devi – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
  2. Alifia Nisatul Jannh – Proram Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
  3. Artika Sheh Shenisya – Proram Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
  4. Inka Rosyidah – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan