JATENGKU.COM, SEMARANG — Minggu, 27 Juli 2025, Kelompok 1 KKN T-143 Universitas Diponegoro melaksanakan program yang bertemakan “Teman Baik, Anak Cakap, RW 04 Ceria: Membangun anak produktif melalui kontrol diri, kreativitas eco-printing, dan public speaking” di lingkungan RW 04 Kelurahan Bandarharjo.

Program ini menyasar peserta remaja berusia 12 hingga 15 tahun, dengan tujuan untuk membangun anak remaja yang produktif guna mencegah perilaku menyimpang dan kenakalan remaja. Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi utama yang saling berkelanjutan, dengan pendekatan yang dirancang untuk menyentuh aspek emosional, kreatif, dan komunikatif dari para peserta.

Edukasi Kenakalan Remaja dan Kontrol Diri

Sesi pertama adalah sesi edukatif bertajuk “Langkah Kecil, Dampak Besar: Hindari Kenakalan Remaja, Jaga Masa Depan”, yang dibawakan oleh Ardya Ayu Amandhia dan Btari Carlinda Desmaputri Bachri. Materi edukasi yang disampaikan berfokus pada konsekuensi hukum kenakalan dan juga kontrol diri untuk menghindari kegiatan negatif kenakalan remaja.

Untuk memperdalam pemahaman, peserta juga diajak bermain peran dengan menanggapi kartu berisi skenario kenakalan remaja. Selain itu, para peserta juga diminta menuliskan cita-cita mereka beserta langkah-langkah untuk mencapainya, sebagai bentuk refleksi dan motivasi agar terhindar dari perilaku negatif.

Workshop Eco-Printing sebagai Sarana Ekspresi Kreatif

Sesi dilanjutkan dengan kegiatan kedua yang berfokus pada pengembangan kreativitas, yaitu Workshop Eco-Printing sebagai aktivitas dalam mencegah kenakalan remaja, yang dibawakan oleh Muhammad Ikrar Daffa Purnama. Sebelum memulai praktik eco-printing, peserta terlebih dahulu dikenalkan pada teknik dasar sablon serta alat yang digunakan. Tujuannya adalah agar peserta memahami prinsip kerja dasar dalam proses pencetakan, sehingga tidak hanya sekadar meniru, tetapi juga mengetahui bagaimana sebuah karya dapat dihasilkan.

Setelah sesi pengenalan, peserta diajak mempraktikkan teknik eco-printing menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga untuk menciptakan pola unik di atas kain. Melalui kegiatan ini, para peserta diberi ruang untuk menyalurkan ide dan imajinasi mereka secara positif.

Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi alternatif aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif, sehingga mampu mengembangkan kreativitas sekaligus menjauhkan mereka dari potensi perilaku menyimpang atau kenakalan remaja.

Pelatihan Public Speaking Sederhana

Sesi ketiga sekaligus penutup dibawakan oleh Adrian Restu Atmaja dengan judul materi “Aku Bicara, Aku Berkarya” Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada konsep dasar public speaking, termasuk struktur penyampaian dan teknik berbicara di depan umum secara sederhana.

Setelah mendapatkan penjelasan materi, peserta didorong untuk langsung mempraktikkan apa yang telah dipelajari melalui sesi tampil singkat di depan teman-temannya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan anak-anak menyampaikan pendapat mereka secara lugas dan terarah di hadapan orang lain.

Tanggapan dan Feedback Peserta

Setelah rangkaian kegiatan berlangsung, terlihat perubahan positif pada peserta, terutama dalam hal keberanian untuk berbicara, antusiasme dalam mengikuti kegiatan kreatif, serta pemahaman mereka tentang pentingnya menghindari kenakalan remaja.

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan keterampilan remaja dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan pendekatan yang menyentuh aspek edukatif, kreatif, dan komunikatif, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan bermakna.

Editor: Handayat