JATENGKU.COM, Wonogiri – Tim 124 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro melaksanakan program Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Incinerator Minim Asap pada 22–23 Januari 2026 dan dibangun di dua titik lokasi, yakni Dusun Primbon dan Dusun Sepang, Desa Ngadirojo Lor.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya menekan polusi udara akibat praktik pembakaran sampah rumah tangga yang selama ini masih dilakukan secara berlebihan dan tidak terkontrol di lingkungan desa. Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam Tim 124 KKN Reguler Undip serta didukung oleh perangkat desa dan Kepala Desa Ngadirojo Lor, yang turut mendampingi jalannya kegiatan dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan.

Kepala Desa Ngadirojo Lor, Mardimin, dalam kesan dan pesannya menyampaikan bahwa keberadaan incinerator minim asap memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Pembakaran sampah minim asap ini manfaatnya juga untuk masyarakat, intinya mengurangi beban masyarakat kaitannya dengan penumpukan sampah yang saat ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan desa yang masih menghadapi permasalahan penumpukan sampah dan polusi udara akibat pembakaran sampah secara konvensional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta menurunkan kualitas lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman, terkontrol, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Tim 124 KKN Reguler Undip berhasil membangun dua unit incinerator minim asap sebagai output fisik utama yang ditempatkan di Dusun Primbon dan Dusun Sepang. Incinerator tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat dusun sekaligus menjadi langkah nyata dalam mengurangi pencemaran udara dan beban masyarakat akibat penumpukan sampah.






