Tim Penelitian Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang Gandeng Komunitas Lokal dalam Pengabdiaan Masyarakat untuk Melestarikan Budaya Membatik di Desa Bakaran, Pati Jawa Tengah
JATENGKU.COM, Pati — Kain Batik Bakaran khas Kabupaten Pati merupakan warisan budaya bernilai sejarah tinggi yang harus terus dijaga eksistensinya. Menyadari hal tersebut, Tim Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) turun langsung ke lapangan untuk menggelar program pengabdian masyarakat. Aksi nyata ini diwujudkan melalui Pelatihan Membatik Batik Bakaran untuk Generasi Muda Desa Bakaran, Kabupaten Pati. Agenda edukatif yang sarat akan nilai budaya ini sukses dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026 bertempat di Taman Batik Bakaran.

Dalam pelaksanaannya, Tim Departemen Sejarah UM berkolaborasi erat dengan Komunitas Pembatik di Desa Bakaran agar materi pelatihan yang diberikan benar-benar otentik dan sesuai dengan pakem tradisi asli setempat. Menariknya, pelatihan ini diikuti secara antusias oleh warga Desa Bakaran dari berbagai tingkatan usia, mulai dari anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga usia dewasa. Pendekatan inklusif ini sengaja dilakukan dengan tujuan utama untuk menanamkan rasa cinta sekaligus melestarikan budaya membatik sejak dini kepada lintas generasi. Selama proses belajar, para peserta lintas usia ini berkesempatan menimba ilmu langsung dari para pengrajin senior Desa Bakaran yang bertindak sebagai mentor, yaitu Bapak Bagyo, Bapak Heri Tomo, Ibu Susi Suherni, dan Ibu Narmisih.
![]() | ![]() |
Bapak Bagyo memberikan arahan kepada peserta.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai langsung oleh Annisaa Khansa Labibah, S.Pd., M.A., yang merupakan Dosen Departemen Sejarah UM. Didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM, rombongan tim ahli dikerahkan untuk menyukseskan acara ini. Selain sang ketua, tim dosen dan ahli yang terlibat terdiri dari Azril Azifambayunasti, S.Pd., M.Pd., Dr. Ardeti Jeni Abdilla, S.Pd., M.Pd., Anneke Defa Rachmadian, S.Sn., M.Ds., Minarti, S.Pd. M.Pd., dan Athifa Raissa Putri, S.Pd.. Tidak hanya dari kalangan pengajar, tim ini juga diperkuat oleh kontribusi aktif para mahasiswa UM yaitu Alvina Nurrohmah, Intan Permatasari, Hafiz Jamalluddin Izzul Islami, dan Vania Krisanda Indrasiwi.

Melalui perspektif sejarah dan bimbingan langsung para pengrajin lokal, para peserta tidak hanya diajarkan teknik menorehkan malam di atas kain menggunakan canting, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai filosofi mendalam di balik setiap motif klasik Batik Bakaran. Annisaa Khansa Labibah berharap lewat pelatihan ini, generasi muda di Desa Bakaran mampu melihat batik bukan sekadar kain tradisional, melainkan sebuah identitas sejarah yang memiliki potensi ekonomi kreatif luar biasa jika dikembangkan dengan inovasi masa kini. Sinergi antara akademisi Universitas Negeri Malang, pengrajin lokal, dan komunitas setempat ini diharapkan mampu membawa kain Batik Bakaran naik kelas serta melahirkan wirausahawan muda baru di bidang fesyen berbasis budaya.
Program pengabdian ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 4 mengenai Pendidikan Bermutu, melalui sub-target penargetan perolehan pengetahuan dan keterampilan untuk mengapresiasi keanekaragaman budaya serta kontribusi budaya terhadap pembangunan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan SDGs Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, secara spesifik sub-target promosi kebijakan pembangunan yang mendukung kreativitas, inovasi, serta menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelestarian budaya lokal. Sinergi antara akademisi Universitas Negeri Malang, pengrajin lokal, dan komunitas setempat ini diharapkan mampu membawa kain Batik Bakaran naik kelas serta melahirkan wirausahawan muda baru di bidang fesyen berbasis budaya.
Editor Jatengku.com lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam pengelolaan media online.
