Harga Laptop Melonjak, Penjualan Ikut Serta Menurun
JATENGKU.COM, Tangerang — Dalam beberapa beberapa waktu terakhir, dunia eloktronik terkhusunya dibidang laptop sedang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga komponen-komponen pendukung impor. Situasi geopolitik internasional juga sangat mempengarui rantai pasok yang terjadi di global. Akibatnya, harga berbagai merek laptop ikut mengalami peningkattan dan memperngaruhi harga beli masyarakat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Erik selaku salah satu penjual laptop di daerah Tangerang. Kenaikan harga laptop mulai terasa sejak oktober tahun 2025. Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga mencapai 40% dari harga di tahun sebelumnya.
“Kenaikan harga membuat penjualan sangat terpengaruh karena daya beli masyarakat menurun. Banyak konsumen akhirnya menunda pembelian atau memilih spesifikasi yang lebih rendah,” ujarnya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, yaitu dengan memberikan beberapa bonus, memberikan beberapa promosi tambahan, dan melakukan program cicilan yang bekerja sama dengan Lembaga pembiayaan. Menurut bapak Erik, hal ini cukup membantu mempertahankan daya beli masyrakat.
Adapun tanggapan yang diberikan oleh bapak Hadi yang bekerja sebagai teknisi komputer sekaligus penjual perangkat elektronik. Ia menilai bahwa salah satu faktor kuat kenaikan harga komponen impor dikarenakan konflik yang terjadi pada Rusia – Ukraina serta meningkatnya ketegangan yang terjadi di Kawasan Timur Tengah.
“Sebagian besar komponen laptop masih bergantung pada rantai pasok internasional. Ketika terjadi konflik di beberapa wilayah dunia, proses distribusi menjadi terganggu dan biaya logistik meningkat. Ditambah lagi dengan kelangkaan SSD dan memori, produsen harus menanggung biaya yang lebih tinggi sehingga harga laptop di pasaran ikut naik. Dampaknya tentu dirasakan oleh penjual maupun konsumen karena minat beli menjadi menurun,” Ujarnya.
Editor Jatengku.com lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam pengelolaan media online.