Bank Syariah Dukung Ekonomi Kreatif, Rangkul Kreator Digital
JATENGKU.COM, Jakarta — Pertumbuhan ekonomi kreatif merupakan peluang besar bagi bank syariah dalam mendukung kreator digital. Banyak generasi muda saat ini memilih untuk menjadi konten kreator, ilustrator, animator, desainer grafis, sampai pembuat aplikasi sebagai profesi mereka. Kondisi ini akhirnya menimbulkan istilah yang dikenal sebagai ekonomi kreatif, konsep yang mengandalkan ide, kreativitas, dan keterampilan digital sebagai sumber penghasilan. Menyadari potensi yang besar dan luas, beberapa bank syariah di Indonesia mulai mengambil langkah nyata untuk merangkul dan membantu para kreator digital agar usaha mereka dapat tumbuh lebih pesat dan berkelanjutan.
Mengapa Ekonomi Kreatif Penting?
Ekonomi kreatif sudah menjadi salah satu penyumbang penting bagi perekonomian nasional dan bukan lagi tren, terutama karena kemampuan sektor yang menyerap tenaga kerja berjumlah sangat besar, terutama generasi muda saat ini. Konten kreator, misalnya, kini tidak hanya membuat video hiburan, tetapi juga membangun bisnis lewat endorsement, merchandise, kelas online, hingga kolaborasi dengan brand ternama. Pemerintah Indonesia pun sering menyoroti bagaimana sektor ini terus berkembang dengan pesat.
Potensi besar tersebut masih menghadapi kendala klasik seperti terbatasnya akses permodalan, pendapatan yang tidak stabil, serta minimnya literasi dan pelatihan manajemen bisnis, terutama bagi kreator digital. Bank konvensional sering kali menganggap profesi kreator digital sebagai usaha berisiko tinggi karena penghasilannya cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi. Di sinilah bank syariah melihat peluang sekaligus tanggung jawab untuk hadir sebagai solusi.
Peran Bank Syariah bagi Kreator Digital
Bank syariah menawarkan pendekatan yang berbeda dari perbankan konvensional. Prinsip dasar seperti bagi hasil (mudharabah) yang merupakan jenis akad kerja sama usaha antara pemilik modal dengan pengelola modal dengan sistem bagi hasil kerja berupa bank menyediakan modal 100% dan kreator mengelola usahanya. Hasil usahanya bisa dihitung berdasarkan pendapatan proyek atau keuntungan proyek karena sifatnya bagi hasil. Bank ikut menanggung risiko ketidakstabilan pendapatan kreator. Lalu, kerja sama usaha (musyarakah) merupakan jenis akad kerja sama antara dua pihak atau lebih yang masing-masing pihak sama-sama memberikan modal dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai kesepakatan.
Mengapa kedua prinsip tersebut cocok untuk kreator digital? Kedua-duanya tidak kaku dengan jaminan aset fisik karena aset utama kreator justru bersifat ide, konten, follower, dan hak cipta. Kedua akad ini jauh lebih fleksibel karena berbasis kepercayaan dan kesepakatan bersama, bukan hanya jaminan fisik. Lalu, prinsip bagi hasil yang sesuai dan selaras dengan perbedaan pendapatan kreator yang tidak stabil karena mengutamakan keadilan dibandingkan dengan sistem bunga tetap, di mana nasabah tetap wajib membayar bunga walaupun sedang merugi. Serta dapat menyesuaikan tahap bisnis kreator yang berbeda-beda, karena akad mudharabah cocok untuk kreator pemula yang belum mempunyai modal sama sekali dan musyarakah cocok untuk kreator yang sudah punya modal awal dan ingin mengembangkan skala usahanya, serta risiko akan ditanggung bersama sesuai porsi modal.
Beberapa bentuk dukungan yang mulai digulirkan bank syariah kepada kreator digital antara lain:
1. Pembiayaan modal usaha tanpa riba
Semua kebutuhan kreator digital untuk membeli peralatan seperti kamera, laptop, atau perangkat lunak editing membutuhkan modal yang kini bisa mengakses pembiayaan syariah bebas dari bunga (riba), namun tetap menguntungkan bagi kedua belah pihak melalui skema bagi hasil.
2. Pelatihan dan pendampingan bisnis
Selain memberikan dana, bank syariah juga kerap menggandeng komunitas kreator untuk memberikan pelatihan literasi keuangan, manajemen bisnis, hingga strategi pemasaran digital. Ini penting karena banyak kreator yang mahir berkarya, tetapi belum terbiasa mengelola keuangan usahanya secara profesional.
3. Produk tabungan dan investasi khusus
Merancang produk tabungan yang fleksibel di beberapa bank syariah dan menyesuaikan dengan arus kas kreator digital yang tidak menentu. Ada juga produk investasi syariah sebagai sarana kreator untuk menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.
4. Kolaborasi ekosistem digital
Bank syariah juga mulai menjalin kerja sama dengan platform digital, marketplace, dan komunitas kreator untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung, mulai dari pembayaran digital, dompet elektronik syariah, hingga program loyalitas khusus kreator.
Manfaat bagi Kreator dan Industri
Langkah bank syariah merangkul kreator digital ini membawa dampak positif dari berbagai sisi. Bagi kreator, mereka mendapatkan akses permodalan yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip syariah, tanpa perlu khawatir terjerat bunga tinggi. Bagi bank syariah sendiri, ini menjadi peluang untuk memperluas basis nasabah baru dari kalangan generasi muda yang melek digital.
Sementara itu, bagi industri ekonomi kreatif secara keseluruhan, sinergi ini dapat mempercepat pertumbuhan sektor tersebut. Semakin banyak kreator yang mendapat dukungan finansial yang sehat, semakin besar pula peluang lahirnya konten berkualitas, inovasi produk digital, dan lapangan kerja baru di sekitarnya.
Tantangan yang Masih Perlu Diatasi
Meski langkah ini patut diapresiasi, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi bersama. Pertama, literasi keuangan syariah di kalangan kreator digital masih tergolong rendah, sehingga sosialisasi harus terus digencarkan. Kedua, proses verifikasi penghasilan kreator digital yang bersumber dari berbagai platform (YouTube, TikTok, Instagram, hingga marketplace) masih memerlukan sistem penilaian yang lebih adaptif dibandingkan dengan usaha konvensional pada umumnya.
Kolaborasi antara bank syariah dan kreator digital menjadi bukti bahwa sektor keuangan syariah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dukungan ini bukan hanya soal memberikan pinjaman, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Jika sinergi ini terus diperkuat, bukan tidak mungkin lahir lebih banyak kreator digital Indonesia yang sukses membangun bisnis dari passion mereka, dengan fondasi keuangan yang sehat dan sesuai prinsip syariah.
Editor Jatengku.com lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). Berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam pengelolaan media online.