Jejak Riset dan Sejarah, Perjalanan Domestic St...

Jejak Riset dan Sejarah, Perjalanan Domestic Student Mobility Prodi Sains Data UIN Gusdur ke Jakarta-Bandung

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, PEKALONGAN – Langkah kaki 39 mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan terdengar menggema di tiga kota besar, Jakarta dan Bandung. Bukan sekadar perjalanan wisata, rombongan Prodi Sains Data Angkatan 2024 ini menjalani program Domestic Student Mobility (DSM) pada 10-12 Mei 2026. Mereka datang untuk belajar, mengamati, dan menghubungkan teori kampus dengan praktik di lembaga-lembaga riset dan inovasi nasional. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momen penting bagi mahasiswa semester 4, terlebih mereka didampingi langsung oleh Kaprodi Sains Data, Ibu Umi Mahmudah, Ph.D, dan Sekre, Ibu Ina Mutmainah, M.Ak.

Rombongan kecil ini mengunjungi tiga institusi utama: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), serta kawasan sejarah Lembang di Bandung. Ini adalah bagian dari upaya kampus untuk memperluas wawasan dan mengasah kompetensi riset mahasiswa di bawah bimbingan dosen-dosen kompeten di bidangnya.

Menyusuri Pusat Inovasi di BRIN Jakarta

Kunjungan pertama adalah ke kantor pusat BRIN di Jakarta. Para mahasiswa diterima dan diberi paparan mengenai Rencana Kerja Strategis (Renstra) BRIN 2025-2029. Dalam pemaparan tersebut, terungkap visi besar BRIN untuk menjadi penghela utama penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional yang berdaya saing demi menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah agenda sinergi BRIN dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Mereka berencana mengintegrasikan skema pendanaan, membentuk konsorsium riset, hingga mempercepat hilirisasi dan komersialisasi hasil riset . Mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana sebuah kebijakan riset nasional dirancang dan dijalankan.

“Kami sangat terkesan dengan program ‘BRIN Goes to Campus’ yang diluncurkan Februari lalu. Ini membuka peluang besar bagi kami untuk terlibat langsung dalam riset nasional,” ujar salah satu mahasiswa peserta.

Memahami Keamanan Data di Era Digital di KOMDIGI

Perjalanan berlanjut ke kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Di sini, fokus diskusi bergeser pada isu krusial: keamanan dan privasi data. Sebagai mahasiswa Sains Data, materi ini terasa sangat relevan. Mereka belajar tentang pentingnya klasifikasi data yang terbuka, terbatas, dan rahasia serta bagaimana menerapkan kontrol akses yang ketat .

Jejak Riset dan Sejarah, Perjalanan Domestic Student Mobility Prodi Sains Data UIN Gusdur ke Jakarta-Bandung

“Prinsipnya, data dibuka sesuai kebutuhan, namun tetap dilindungi berdasarkan klasifikasi dan risiko,” demikian disampaikan dalam sesi tersebut . Mahasiswa diperkenalkan pada konsep role-based accessdata sharing agreement, dan penggunaan API dengan autentikasi. Ilmu ini menjadi bekal penting untuk memastikan data yang mereka kelola di masa depan tetap aman dan bertanggung jawab.

Menapak Jejak Sejarah dan Data di Lembang

Puncak perjalanan adalah pengalaman unik di Lembang, Bandung. Bukan sekadar menikmati udara sejuk, mahasiswa diajak mengikuti kegiatan “Mapah di Lembang”. Kegiatan ini adalah perjalanan trekking yang dipandu langsung oleh Komunitas Sejarah Lembang . Mereka menapaki situs-situs bersejarah sambil mendengarkan kisah autentik yang jarang terungkap.

Bagi mahasiswa Sains Data, kunjungan ini membuka perspektif baru. Mereka melihat bagaimana data sejarah yang tercecer dan tidak terstruktur bisa diolah menjadi informasi berharga.

Jejak Riset dan Sejarah, Perjalanan Domestic Student Mobility Prodi Sains Data UIN Gusdur ke Jakarta-Bandung

“Sebagai mahasiswa Sains Data, kalian tahu bahwa data yang tidak terstruktur hanyalah ‘sampah’. Masalah utama sejarah lokal kita adalah data yang tercecer,” ujar pemandu dari komunitas sejarah .

Dari sinilah muncul gagasan kolaborasi. Mahasiswa menyadari potensi besar analisis sentimen, pengarsipan digital, hingga pemetaan spasial (spatial data) untuk menghidupkan kembali narasi sejarah. Hal ini sejalan dengan visi mereka untuk tidak hanya pandai melihat masa depan, tapi juga bijak menghargai akar sejarah.

Kompetensi Masa Depan

Perjalanan ini bukan hanya tentang melihat tempat, tetapi juga tentang mempersiapkan diri. Dalam paparan BRIN, mahasiswa juga mendapat titipan pertanyaan: keterampilan apa yang perlu dimiliki agar mampu berkontribusi dalam dunia riset? Jawabannya jelas: kuasai bahasa Inggris, metodologi penelitian, komunikasi publik, dan yang terpenting, paham kecerdasan buatan (AI) dan sistem informasi .

Perjalanan singkat ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi panjang. Dengan bekal ilmu dari BRIN, KOMDIGI, dan inspirasi dari sejarah Lembang, mahasiswa Sains Data UIN Gusdur pulang dengan semangat baru. Mereka siap mengolah data masa lalu untuk kemaslahatan masa depan.

Firman Setiawan

Penulis: Icha Ayu Anggita

Mahasiswa Sains Data Angkatan 2024, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan