JATENGKU.COM, Surabaya — Di tengah kesibukan perkuliahan para mahasiswa dan arus informasi digital yang serba cepat, sejarah sering kali terasa jauh dan abstrak. Padahal, jejak masa lalu justru hidup di sekitar kita tersimpan dalam ruang-ruang sunyi yang sarat makna. Salah satunya adalah Museum Sepuluh Nopember, tempat di mana semangat perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya diceritakan, tetapi juga dirasakan.

Pada siang hari, 23 Oktober 2025, Mahasiswa Universitas Airlangga dari kelompok 9 melakukan field study pada Museum Sepuluh Nopember. Pada field study ini, Kelompok 9 melakukan observasi pada museum, melakukan wawancara dengan para pengunjung dan petugas museum, dan melakukan dokumentasi berupa foto dan video.

Tahap Observasi diawali dengan penelusuran area museum untuk mengamati berbagai koleksi yang dipamerkan di Museum Sepuluh Nopember, seperti diorama pertempuran, artefak senjata, rekaman pidato Bung Tomo, dan foto-foto dokumentasi perjuangan. Kelompok memperhatikan bagaimana narasi perjuangan 10 November disampaikan melalui diorama, artefak, dan panel informasi, serta bagaimana pengunjung merespons setiap bagian pameran.

Selanjutnya, Kelompok 9 melakukan wawancara singkat dengan para pengunjung museum. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pengunjung mengenai peran Museum Sepuluh Nopember dalam menumbuhkan pemahaman sejarah dan rasa nasionalisme. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan petugas museum untuk memperoleh informasi terkait pengelolaan museum, upaya pelestarian koleksi, serta strategi edukasi yang diterapkan kepada masyarakat.

Kegiatan field study ke Museum Sepuluh Nopember menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. Tidak hanya membaca buku atau mendengarkan penjelasan di ruang kelas, tetapi kami juga menyusuri langsung peninggalan sejarah, dokumentasi perjuangan, serta kisah heroik para pahlawan yang mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan. Di tempat inilah peristiwa 10 November 1945 tidak hanya menjadi tanggal dalam kalender sejarah, tetapi juga merupakan suatu perjuangan yang membentuk identitas bangsa.

Sebagai pelengkap data observasi, Kelompok 9 melakukan dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi ini mencakup suasana museum, aktivitas pengunjung, serta proses wawancara yang dilakukan. Data visual tersebut berfungsi sebagai bukti kegiatan sekaligus bahan pendukung dalam field study.

Pelaksanaan proyek ini memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, proyek field study ini berfungsi untuk mendorong peningkatan apresiasi terhadap museum sebagai ruang edukasi publik. Kunjungan mahasiswa ke Museum Sepuluh Nopember dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian sejarah dan warisan budaya bangsa.

Pada kegiatan field study ini, Kelompok 9 melaksanakan proses observasi secara langsung di Museum Sepuluh Nopember sebagai upaya memahami nilai sejarah dan fungsi museum sebagai media edukasi publik. Observasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatan lingkungan museum, interaksi dengan pengunjung, serta komunikasi dengan petugas museum.

Penulis: Mikhael Kevin, Mahasiswa Universitas Airlangga

Editor: Handayat