JATENGKU.COM, SEMARANGTim 1 KKN-T 145 Universitas Diponegoro telah merancang dan melaksanakan program kerja bertema “Inovasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Terpadu untuk Mendukung Program Kampung Iklim di RW 08 Kelurahan Sambiroto.”

Program ini digagas oleh mahasiswa lintas disiplin ilmu yang bersinergi untuk membangun ekosistem masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan pemberdayaan warga, program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kampung yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga adaptif terhadap tantangan iklim masa kini.

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Fuad Muhammad, S.Si., M.Si. dan Bapak Hafiz Rama Devara, M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang turut memberikan arahan, pendampingan, dan evaluasi secara berkala selama kegiatan berlangsung.

Revitalisasi taman ramah anak “Omah Sinau” yang dikepalai oleh Chalief Mufarroj, salah satu anggota Tim 1 KKN-T 145 UNDIP dari program studi Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya. Omah Sinau ini menggabungkan pendekatan edukatif dan lingkungan secara harmonis.

Melalui pemanfaatan sampah bekas seperti galon bekas, botol-botol bekas, dan barang bekas lainnya sebagai bahan utama pembangunan taman, program ini tidak hanya menciptakan ruang bermain yang kreatif bagi anak-anak, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Dengan melibatkan warga dalam proses pembangunan dan penyuluhan, kegiatan ini menjadi wujud nyata inovasi berbasis partisipasi yang mendukung pengurangan emisi, peningkatan ruang hijau, serta penguatan kesadaran ekologis dalam kerangka besar Kampung Iklim.

Grand Opening Omah Sinau dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2025 yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, menjadikannya momen simbolis untuk menegaskan pentingnya ruang tumbuh yang sehat dan ramah bagi anak-anak di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dalam rangkaian kegiatan Grand Opening Omah Sinau, Andrea Neysa Ardelia, salah satu anggota Tim 1 KKN-T 145 UNDIP dari Fakultas Psikologi turut menyelenggarakan psikoedukasi untuk para orang tua sebagai bentuk dukungan terhadap peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.

Psikoedukasi ini disertai dengan peluncuran modul edukatif yang berisi pengenalan konsep Omah Sinau sebagai ruang sosial anak, serta pembahasan mengenai manfaat psikologis interaksi antara anak dengan orang tua dan teman-teman sebaya. Kegiatan ini mengajak para orang tua untuk lebih memahami pentingnya kelekatan emosional, stimulasi kognitif, serta keterlibatan aktif dalam aktivitas sehari-hari anak. Modul yang dibagikan juga memuat panduan praktis yang dapat diterapkan di rumah sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama perkembangan anak.

Dokumentasi Peresmian Pojok Baca Omah Sinau (23/07/2025)

Pojok Baca merupakan salah satu inisiatif literasi yang dikembangkan di Omah Sinau sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi anak-anak RW 08 Kelurahan Sambiroto. Program ini dipimpin oleh Dhanisa Julia Putri, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, yang berperan sebagai koordinator sekaligus penanggung jawab utama pelaksanaan dan pengelolaan pojok baca.

Salah satu capaian utama dari program ini adalah terwujudnya lemari Pojok Baca yang unik dan ramah lingkungan, terbuat dari galon bekas yang didaur ulang menjadi rak buku. Selain itu, program ini berhasil menghimpun sejumlah buku bacaan dari hasil donasi warga dan mitra, yang mencakup buku anak, cerita rakyat, hingga buku pengetahuan umum.

Buku-buku ini kini dapat diakses bebas oleh anak-anak yang datang ke Omah Sinau, mendukung suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif.

Capaian ini menegaskan bahwa barang bekas, khususnya galon plastik yang umumnya berakhir sebagai limbah rumah tangga, ternyata dapat diolah ulang menjadi media fungsional dan edukatif.

Proses daur ulang ini tidak hanya mengurangi potensi sampah, tetapi juga menciptakan solusi ramah lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam penyediaan sarana literasi anak.

Kegiatan Kaderisasi Bank Sampah dalam acara Grand Opening Omah Sinau tanggal 23 Juli 2025.

Omah Sinau, sebuah ruang belajar berbasis pemberdayaan masyarakat di RW 08 Kelurahan Sambiroto, memulai rangkaian kegiatan dengan menggelar program “Kaderisasi Bank Sampah untuk Generasi Muda”. Program ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Rayhan Arya Syaidina, sebagai bagian dari penguatan literasi lingkungan dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Acara pembukaan berlangsung sederhana namun penuh semangat, dihadiri oleh perwakilan warga, pengurus RW, pemuda pemuda, dan anak-anak remaja yang menjadi sasaran utama kegiatan. Dalam keberjalannya, Arya berharap bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kader-kader muda yang tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam mengelola bank sampah secara berkelanjutan.

Materi yang akan diberikan dalam kaderisasi ini mencakup edukasi jenis-jenis sampah, cara memilah dan menimbang, sistem tabungan sampah, hingga simulasi pengelolaan bank sampah mini.

Tak hanya teori, peserta juga akan diajak praktik langsung dan membuat proyek aksi nyata berupa kampanye lingkungan di lingkungannya masing-masing. Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian program berkelanjutan di Omah Sinau yang dirancang sebagai pusat edukasi sosial dan lingkungan untuk warga Sambiroto. Masyarakat pun menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN ini sebagai langkah konkret menjawab persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal.

Kegiatan Membuat Kerajinan Celengan tanggal (24/07/2025)

Sebagai program kerja lanjutan, Fathan Aulia Siregar selaku mahasiswa Prodi Akuntansi yang tergabung dalam Tim 1 KKN-T 145 UNDIP juga turut berkontribusi dalam melaksanakan kegiatan edukatif bersama anak-anak RW 08 Kelurahan Sambiroto berupa pembuatan kerajinan celengan dari barang bekas seperti botol plastik dan kain perca.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi produk fungsional, kegiatan ini menjadi wujud nyata inovasi lokal dalam mendukung pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan, sejalan dengan upaya penguatan Program Kampung Iklim di tingkat masyarakat.

Kegiatan Pembuatan Website Pengelolaan Bank Sampah Resik Sejahtera (27/07/2025)

Dalam upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien dan terorganisir, Tim 1 KKN-T 145 Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi digital berupa website pengelolaan Bank Sampah Resik Sejahtera. Pengembangan website ini dilakukan oleh Mahasiswa Jurusan Informatika M. Dimas Saputro (Fakultas Sains dan Matematika) dan Arsyad G. Saputro (Fakultas Sains dan Matematika), dimulai dari analisis dan survei kebutuhan lapangan, hingga tahap perancangan, implementasi, pengujian, dan penyempurnaan sistem.

Website ini dirancang untuk mempermudah pencatatan transaksi tabungan sampah, rekap data nasabah, serta pengelolaan jenis sampah secara real-time, dengan tampilan antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna.

Sebagai pendukung keberlanjutan sistem, tim juga menyusun modul fisik yang berisi panduan lengkap mengenai mekanisme penggunaan website, agar para pengelola Bank Sampah dapat mengoperasikan sistem secara mandiri.

Modul ini disusun secara ringkas dan mudah dipahami, sehingga dapat digunakan sebagai media pelatihan maupun referensi dalam kegiatan sehari-hari. Website dan modul resmi diserahkan kepada pengurus Bank Sampah Resik Sejahtera pada 27 Juli 2025, disertai dengan sesi pelatihan singkat.

Melalui program ini, Tim 1 KKN-T 145 UNDIP berharap dapat mendorong digitalisasi pengelolaan lingkungan berbasis komunitas sebagai bagian dari langkah nyata menuju Kampung Iklim yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.

Penyerahan alat dan modul analisis kepada ketua Pondok Tani Makmur Sejahtera dan ketua Bank Sampah resik Sejahtera pada (27/07/2025)

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik atas nama Raka Ramananda menghadirkan inovasi alat pencacah daun sederhana sebagai bentuk kontribusi nyata dalam Inovasi. Alat ini dirancang menggunakan ember cat bekas sebagai wadah utama dan rangka dari besi holo yang kokoh, dengan sistem kerja yang digerakkan oleh dinamo mesin cuci serta pisau berbahan stainless steel untuk mencacah daun secara efisien.

Hasil cacahan daun kemudian dialirkan melalui pipa PVC, memudahkan proses daur ulang menjadi kompos organik. Inovasi alat pencacah daun ini menjadi langkah awal yang mendorong penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar dalam pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.

Guna mengoptimalkan pemanfaatan alat pencacah daun, dilakukan analisis inovasi pengelolaan limbah daun kering oleh Melani Ayu Azizah, mahasiswi Jurusan Statistika, Fakultas Sains dan Matematika melalui perbandingan dua jenis mesin pencacah: mesin diesel dan mesin berbasis dinamo listrik.

Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun mesin diesel memiliki keunggulan dari segi kecepatan (2,5 menit per karung dibanding 4,96 menit), mesin dinamo terbukti 96 – 97% jauh lebih hemat energi dan biaya (Rp17,91 vs Rp566,66 per karung), serta lebih praktis dan ramah lingkungan.

Dengan konsumsi daya rendah dan pengoperasian yang sederhana, mesin dinamo menjadi solusi inovatif yang berkelanjutan dalam pengelolaan limbah organik skala rumah tangga. Inovasi ini tidak hanya mendukung efisiensi pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat langkah nyata masyarakat dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

Mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika atas nama Sheina Fathurobaniah turut berkontribusi melalui pembuatan alat filtrasi air sederhana untuk grey water. Alat ini menjadi salah satu program kerja yang mengedepankan prinsip daur ulang dan pemanfaatan limbah mineral.

Menggunakan galon bekas air minum sebagai wadah utama, alat ini dirancang dua tahap penyaringan: Galon 1 berisi ijuk, pasir kuarsa, dan kerikil untuk penyaringan kasar, sementara Galon 2 berisi zeolit, arang aktif, dan dakron untuk penyaringan lanjutan. Kedua galon disambungkan dengan pipa PVC, di mana air limbah masuk melalui mulut Galon 1 dan hasil air yang telah difiltrasi keluar dari Galon 2. Inovasi ini tidak hanya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air limbah rumah tangga, tetapi juga menunjukkan bahwa limbah dan sampah bisa bernilai guna tinggi jika dikelola secara terpadu dan kreatif.

Kedua alat tersebut di demonstrasikan kepada bapak-bapak lembaga masyarakat pada Jumat, 25 Juli 2025 disertai penyampaian efektivitas alat pencacah secara statistik yang mendapat respon positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat karena dinilai bermanfaat, praktis, dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Editor: Handayat