JATENGKU.COM, KLATEN – Mengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Rama Rizkiyarso, mahasiswa Arsitektur dari KKN Reguler Tim 1 Kelompok 95 Universitas Diponegoro (UNDIP), telah merampungkan program pemetaan titik bangunan rawan bencana di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Fokus utama dari program ini adalah mitigasi dini untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalisir kerugian material yang mungkin timbul.

Langkah Preventif Bencana: Pemetaan Bangunan Rawan dan Titik Evakuasi di Desa Ngandong Guna Lindungi Nyawa serta Aset Warga oleh Mahasiswa KKN Undip

Tahapan Pelaksanaan Program

Kegiatan ini dilaksanakan secara sistematis melalui tiga tahapan utama:

  1. Observasi dan Survey Lapangan (10–30 Januari 2026):Mahasiswa melakukan penyisiran menyeluruh di berbagai dusun di Desa Ngandong untuk mengidentifikasi kondisi fisik bangunan secara langsung melalui metode village walk.
  2. Analisis Data dan Penyusunan Denah (1–2 Februari 2026): Dalam menentukan parameter kerawanan, mahasiswa mengintegrasikan kriteria teknis dari jurnal ilmiah arsitektur tahan gempa dengan data empiris serta pengalaman warga lokal terkait riwayat kebencanaan di lokasi. Data tersebut kemudian dipetakan ke dalam denah teknis titik bangunan.
  3. Penyerahan Laporan (4 Februari 2026): Hasil pemetaan diserahkan secara resmi kepada perangkat Desa Ngandong untuk menjadi dokumen inventarisasi desa.

Kriteria Bangunan Risiko Tinggi

Berdasarkan hasil studi literatur dan temuan di lapangan, mahasiswa mengidentifikasi beberapa ciri bangunan yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan penghuninya, antara lain:

  1. Kerusakan Struktural: Adanya retakan diagonal pada dinding permanen.
  2. Faktor Usia: Struktur bangunan yang sudah lapuk atau berusia sangat tua.
  3. Lokasi Geografis: Bangunan yang berdiri di dekat pusat zona longsor.
  4. Kualitas Material: Penggunaan material konstruksi yang berada di bawah standar keamanan.
  5. Bangunan Non-Permanen: Struktur seperti kandang ternak yang lebih rentan roboh dan membahayakan area sekitarnya.

Fungsi Monitoring dan Peringatan Dini

Karena informasi ini menyangkut privasi dan bersifat sensitif, laporan detail hanya diberikan kepada perangkat desa sebagai basis data monitoring. Meski begitu, poin-poin edukasi umum akan dipajang di mading desa agar warga memahami langkah antisipasi yang mudah, murah, dan cepat untuk memperkuat bangunan mereka secara mandiri. Hal ini bertujuan sebagai sistem peringatan dini agar warga lebih waspada terhadap kondisi huniannya masing-masing.

Testimoni Perangkat Desa

Pemerintah Desa Ngandong memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang berorientasi pada keselamatan warga ini.

“Ini sangat membantu mas buat kami perangkat desa untuk mengingatkan warga yang memiliki bangunan rawan serta memberikan bantuan bagi keluarga yang memiliki kekurangan untuk perbaikan,” ungkap salah satu perangkat Desa Ngandong saat menerima hasil pemetaan.

Program ini sekaligus menegaskan bahwa peran arsitektur tidak hanya sebatas merancang bangunan estetis, melainkan juga mencakup pemahaman mendalam terhadap karakter dan kerawanan suatu kawasan.

Pemetaan ini merupakan bagian mendasar dari proses arsitektural mengenai pemahaman tapak dan analisis kawasan secara menyeluruh sebelum melakukan perancangan fisik.

Dengan mengenali titik lemah dan potensi bahaya di lapangan, perencanaan pembangunan di masa depan dapat dilakukan secara lebih presisi, berkelanjutan, dan yang paling utama, menjamin keamanan bagi seluruh penghuninya.

Editor: Handayat

Tag