LAPMI Sinergi Yogyakarta dan BPKH Gelar “...

LAPMI Sinergi Yogyakarta dan BPKH Gelar “Sekolah Konten Kreator” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Haji Pemuda

Ukuran Teks:

Yogyakarta, 26 Juni 2026 — Guna merespons pertumbuhan pesat industri kreatif dan ekosistem digital, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Sinergi HMI Cabang Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Sekolah Konten Kreator”. Kegiatan yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026, berlokasi di Anak Panah Kopi Bizz, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Selain berfokus pada pengembangan keterampilan teknis digital bagi generasi muda, kolaborasi ini juga menjadi ruang strategis untuk mensosialisasikan peran BPKH serta memperkuat literasi keuangan haji masyarakat agar para peserta memahami pentingnya perencanaan keuangan dan pengelolaan tabungan haji sejak dini.

Pelatihan yang menyasar masyarakat umum dan pemuda di Yogyakarta ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang memberikan wawasan komprehensif dari berbagai aspek digital. Astia Anggarini memaparkan materi mengenai pentingnya estetika visual serta teknik penyuntingan dasar untuk menciptakan konten yang menarik, sementara Reza Zulfiqar Rivalda mengupas tuntas mekanisme algoritma media sosial beserta strategi taktis dalam membangun viralitas konten agar mampu menjangkau audiens secara luas. Melengkapi pematerian tersebut, Syafrian Hidayat membedah konsep pola pikir kreatif sekaligus memberikan panduan praktis dalam menyusun skrip konten yang berbobot dan terstruktur.

Direktur Utama LAPMI Sinergi, Abil Arqam, menegaskan bahwa agenda ini dirancang untuk mentransformasi peran generasi muda dari sekadar konsumen digital menjadi produsen konten yang positif. Melalui program ini, ia berharap akan lahir kreator-kreator baru yang cerdas dan mampu menyampaikan informasi serta kritik sosial secara kreatif namun tetap mudah dicerna publik, termasuk dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan haji sejak dini sekaligus meluruskan berbagai misinformasi terkait pengelolaan dana haji yang berkembang di masyarakat.

 

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan