Bijak di Dunia Maya, Berani Bersuara: Tim Hibah...

Bijak di Dunia Maya, Berani Bersuara: Tim Hibah Pembelajaran Berdampak ID 1707 Saptavhidya UNS Gelar Sosialisasi Cyberbullying dan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 4 Surakarta

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Surakarta — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan murid tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan yang berdampak bagi masyarakat, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak ID 1707 Saptavhidya Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Remaja Hebat: Bijak Bermedia Sosial dan Berani Speak Up Melawan Kekerasan Seksual” di Aula SMP Negeri 4 Kota Surakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 ini merupakan bagian dari implementasi Program Hibah Pembelajaran Berdampak yang bertujuan menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan ini, tim berupaya meningkatkan pemahaman murid mengenai bahaya cyberbullying dan kekerasan seksual, dua isu yang semakin sering ditemukan dalam kehidupan remaja, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.

Peserta kegiatan terdiri atas siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 4 Kota Surakarta yang dipilih berdasarkan rekomendasi pihak sekolah. Selain itu, anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini. Kehadiran anggota OSIS diharapkan dapat memperluas dampak positif sosialisasi karena mereka memiliki posisi strategis sebagai teladan bagi teman sebaya sekaligus agen perubahan yang dapat membantu membangun budaya sekolah yang lebih aman dan saling menghargai.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB ini diawali dengan pembukaan serta sambutan dari tim pelaksana dan pihak sekolah. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan media sosial telah membuka banyak peluang positif, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu dipahami dan diantisipasi sejak dini oleh peserta didik.

Bijak di Dunia Maya, Berani Bersuara: Tim Hibah Pembelajaran Berdampak ID 1707 Saptavhidya UNS Gelar Sosialisasi Cyberbullying dan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 4 Surakarta
Penyampaian materi “Cyberbullying: Kenali, Cegah, dan Lawan” oleh Muhammad Bobby Syahrani kepada murid sebagai upaya meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan perundungan di ruang digital.

Untuk mendukung tercapainya tujuan kegiatan, Tim Saptavhidya menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sebelas Maret, yaitu Muhammad Bobby Syahrani dan Reza Hakim Muhammad. Keduanya juga aktif sebagai anggota Sasmita Jiwa UNS, organisasi layanan konseling mahasiswa yang berfokus pada upaya promotif, preventif, dan kuratif dalam bidang kesehatan mental. Pengalaman mereka dalam kegiatan edukasi, pendampingan, dan layanan konseling menjadi bekal penting dalam menyampaikan materi secara komunikatif dan sesuai dengan karakteristik murid SMP.

Sesi pertama dibawakan oleh Muhammad Bobby Syahrani melalui materi bertajuk “Cyberbullying: Kenali, Cegah, dan Lawan.” Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa perundungan tidak hanya terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung melalui media digital. Narasumber menjelaskan berbagai bentuk cyberbullying yang sering dijumpai di kalangan remaja, seperti penghinaan melalui media sosial, penyebaran rumor atau fitnah, pengucilan dalam grup percakapan, penyebaran foto atau informasi pribadi tanpa izin, hingga ujaran kebencian.

Melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak merefleksikan kembali perilaku yang sering dianggap sebagai candaan, tetapi sebenarnya dapat menyakiti dan merugikan orang lain. Selain membahas bentuk-bentuk cyberbullying, narasumber juga menjelaskan dampak yang dapat dialami korban, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, gangguan emosional, kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital, etika dalam bermedia sosial, serta kesadaran terhadap jejak digital yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Bijak di Dunia Maya, Berani Bersuara: Tim Hibah Pembelajaran Berdampak ID 1707 Saptavhidya UNS Gelar Sosialisasi Cyberbullying dan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 4 Surakarta
Sesi edukasi materi ‘Kekerasan Seksual: Berani Speak Up dan Melindungi Diri’ oleh Reza Hakim Muhammad kepada murid SMP Negeri 4 Surakarta.

Memasuki sesi kedua, Reza Hakim Muhammad menyampaikan materi bertajuk “Kekerasan Seksual: Berani Speak Up dan Melindungi Diri.” Materi ini diawali dengan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual yang dapat terjadi pada remaja. Peserta diajak memahami bahwa kekerasan seksual tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa pelecehan verbal, pelecehan nonverbal, pemaksaan, eksploitasi seksual, hingga kekerasan seksual berbasis elektronik yang saat ini semakin banyak ditemukan di era digital.

Salah satu topik yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai grooming, yaitu proses manipulasi yang dilakukan pelaku untuk memperoleh kepercayaan korban sebelum melakukan tindakan kekerasan seksual. Melalui penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami, peserta diajak mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai dalam interaksi sehari-hari maupun saat berkomunikasi melalui media digital.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya memahami batasan pribadi dan konsep consent atau persetujuan. Peserta diberikan pemahaman bahwa setiap individu memiliki hak untuk menentukan batasan terhadap dirinya dan bahwa hubungan yang dekat sekalipun tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan persetujuan seseorang. Pada bagian akhir materi, peserta memperoleh panduan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual, termasuk mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya, melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang, serta memberikan dukungan kepada korban.

Agar proses pembelajaran lebih menarik, kedua sesi materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif. Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya mendengarkan materi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam memahami berbagai situasi yang mungkin mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan mengenai fenomena yang sering mereka temui di lingkungan pertemanan maupun di media sosial.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa cyberbullying dan kekerasan seksual merupakan isu yang dekat dengan kehidupan remaja dan memerlukan perhatian bersama. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga diharapkan memiliki keberanian untuk mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak ID 1707 Saptavhidya berharap peserta didik dapat menjadi generasi yang lebih bijak dalam menggunakan media sosial, lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya, serta berani menyuarakan kebenaran ketika menghadapi berbagai bentuk kekerasan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak peserta didik sehingga upaya pencegahan cyberbullying dan kekerasan seksual dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian seluruh warga sekolah, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.

Profil Lengkap Kelompok “Tim Hibah Jarprak UNS 2026 ID 1707 SaptaVhidya”

  1. Azizah Rihaadatul ‘Aisy – K6423015 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret
  2. Annisa Intan Shellagiri – K6423011 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret
  3. Dadal Rosiyati – K6423019 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret
  4. Diah Fitri Fajar Indriyani – K6423022 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret
  5. Hanum Putri Nur Iryani – K6423037 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret
  6. Kholifatur Rahmazaqia – K6423042 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret
  7. Rizky Wijayanti – K6423061 – PPKN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Sebelas Maret

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan