JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan edukasi kepada generasi muda di sekolah dasar.
Pada Sabtu (19/07/2025), Eka Nur Apriliani, mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro, yang tergabung dalam Tim 2 KKNT-29 IDBU Desa Plumbon, Sukoharjo, melaksanakan kegiatan sosial berupa sosialisasi budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rajin, Rawat) kepada siswa-siswi SDN 3 Plumbon.
Kegiatan tersebut dilakukan karena budaya bersih dan tertib merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Mereka tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dengan media PowerPoint dan poster edukatif.
Penyampaian dilakukan dengan cara sederhana, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Eka menjelaskan bahwa konsep 5R bukan hanya berlaku di dunia kerja atau lingkungan rumah tangga, melainkan juga penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah sebagai tempat belajar.
Menurut Eka, budaya 5R tidak hanya relevan di dunia industri atau perkantoran, tetapi juga penting ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sebagai bentuk pembiasaan positif.
“Jika anak-anak sudah terbiasa menjaga kerapian, kebersihan, dan disiplin sejak dini, maka ketika mereka tumbuh dewasa, kebiasaan itu akan menjadi bagian dari karakter. Sekolah yang bersih, rapi, dan terawat tentu membuat belajar lebih nyaman serta menumbuhkan rasa tanggung jawab,” jelas Eka dalam pemaparannya.
Selama sesi sosialisasi dan edukasi berlangsung, Eka memberikan contoh nyata penerapan 5R yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti merapikan meja dan kursi setelah digunakan, membuang sampah pada tempatnya, menyapu kelas secara bergantian, hingga merawat buku dan alat tulis agar awet digunakan.
Selain itu, siswa diajak berdiskusi tentang kebiasaan sehari-hari yang mencerminkan nilai 5R dan memberikan kuis sederhana agar materi yang telah disampaikan dapat diingat oleh siswa.
Kegiatan sosial masyarakat ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah. Edukasi sederhana mengenai 5R mampu menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dengan pembiasaan tersebut, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman dan kondusif untuk belajar.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi 5R ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi dan pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya siswa SD.
Edukasi sederhana ini diharapkan dapat membantu para siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan belajar yang bersih, tertib, dan nyaman dan menjadi titik awal pembiasaan perilaku positif di sekolah. Dengan dukungan guru, siswa, dan orang tua, penerapan 5R dapat terus berlanjut sehingga sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman, sehat, dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, Eka dan tim menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas menimba ilmu di kampus, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat dengan memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masa depan generasi muda.
Penulis: Eka Nur Apriliani










