JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berkontribusi dalam kegiatan pemeriksaan tumbuh kembang anak di Posyandu RW 8 Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang pada Jumat (11/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko stunting dan gizi kurang pada anak, serta mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar oleh kader Posyandu.

Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan oleh Nihlah Nor Chalisa, mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Universitas Diponegoro, yang tergabung dalam KKN-T 118 Kelompok 5 UNDIP 2025. Dalam pelaksanaannya, ia turut membantu proses pemeriksaan antropometri, termasuk pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LILA), dan lingkar kepala (LK), dengan menggunakan alat ukur yang sesuai standar.

Kelurahan Sambiroto secara rutin menyelenggarakan kegiatan Posyandu sebagai bentuk pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi bayi, balita, dan remaja. Namun, terbatasnya jumlah tenaga pendukung serta alat ukur kerap menjadi kendala dalam pemeriksaan yang menyeluruh dan akurat. Kehadiran mahasiswa KKN-T dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap optimalisasi pelayanan yang ada.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya membantu proses pemeriksaan, tetapi juga memastikan penggunaan alat ukur dilakukan sesuai prosedur yang benar. Data hasil pengukuran dicatat secara lengkap dan diserahkan kepada kader dan petugas kesehatan untuk dianalisis lebih lanjut sebagai dasar evaluasi tumbuh kembang anak.

Nihlah Nor Chalisa selaku mahasiswa KKN-T UNDIP bersama kader Posyandu RW 8 turut serta dalam proses pemeriksaan tumbuh kembang anak.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari mahasiswa, pemeriksaan jadi lebih cepat dan rapi. Anak-anak juga lebih nyaman saat ditimbang atau diukur,” ujar salah satu kader Posyandu RW 8.

Suasana Posyandu RW 8 tampak lebih terkoordinasi dengan keterlibatan mahasiswa yang aktif membantu setiap tahapan kegiatan. Para orang tua pun menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan, terutama karena mendapatkan penjelasan yang jelas tentang hasil pengukuran serta pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin berkontribusi membantu kader Posyandu dalam mendeteksi dini risiko stunting dan gizi kurang, serta meningkatkan ketertiban pencatatan data tumbuh kembang anak,” ujar Nihlah Nor Chalisa selaku pelaksana kegiatan.

Mahasiswa KKN-T UNDIP aktif berinteraksi dan mendampingi ibu serta anak selama kegiatan berlangsung. Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman, tertib, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu.

Dengan partisipasi aktif mahasiswa dan dukungan dari kader serta warga, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di lingkungan Kelurahan Sambiroto.

Editor: Handayat