JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 110 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program edukasi sumber air bersih dan jamban sehat kepada warga Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, pada 16 Juli 2025 dan 5 Agustus 2025. Kegiatan ditujukan kepada rumah tangga yang memiliki anak stunting maupun berisiko stunting, sebagai upaya mencegah penyakit berbasis lingkungan akibat sanitasi yang tidak layak.

Program ini meningkatkan pengetahuan warga tentang standar sumber air bersih sesuai Permenkes No. 32 Tahun 2017, mengenalkan ciri jamban sehat berdasarkan indikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta mengidentifikasi rumah yang jambannya belum memenuhi standar kesehatan.
Metode pelaksanaan dilakukan melalui kunjungan door to door ke 19 rumah warga yang telah terdata, dengan prioritas rumah yang memiliki anak stunting atau berisiko stunting.

Setiap kunjungan diawali observasi kondisi sumber air (lokasi, perlindungan, kebersihan) dan pemeriksaan jamban (sistem pembuangan, kebersihan, kelayakan). Setelah itu, Mahasiswa KKN-T Undip memberikan edukasi langsung mengenai standar air bersih, ciri jamban sehat, dan dampak sanitasi buruk, menggunakan bahasa sederhana serta contoh nyata sesuai kondisi warga setempat.
Sebagai pendukung, Mahasiswa KKN-T Undip membagikan brosur berisi informasi ringkas tentang air bersih, jamban sehat, dan lima pilar STBM. Sebagai inovasi tambahan, tim KKN memperkenalkan logbook yang berisikan kebersihan jamban kepada warga. Logbook ini berfungsi sebagai media pencatatan rutin yang memuat jadwal dan frekuensi pembersihan jamban di setiap rumah tangga. Dengan adanya catatan ini, diharapkan warga dapat lebih teratur dalam menjaga kebersihan fasilitas sanitasi mereka.
Setiap dua minggu sekali, tim KKN-T Undip akan melakukan evaluasi dengan memeriksa logbook tersebut secara langsung, sehingga dapat diketahui perkembangan kebersihan jamban dari waktu ke waktu. Hasil evaluasi ini kemudian menjadi dasar untuk memberikan umpan balik dan rekomendasi perbaikan kepada warga, baik dari segi teknik pembersihan maupun pengelolaan sanitasi secara keseluruhan.
Warga Tinjomoyo merespons positif kegiatan ini. Sebagian besar mengaku baru mengetahui detail kriteria air bersih dan jamban sehat sesuai standar STBM, mulai dari kualitas sumber air hingga kondisi fisik kamar mandi. “Saya baru sadar kalau kamar mandi saya lembab karena kurang ventilasi,” ujar Ibu Ika (05/08/2025). Beliau menambahkan bahwa sebelumnya ia tidak mengetahui kelembaban tersebut dapat memicu pertumbuhan lumut dan bakteri.
Beberapa warga berkomitmen melakukan perbaikan sederhana, seperti menutup saluran pembuangan dan membersihkan jamban secara rutin. Mereka juga antusias bertanya tentang cara pengolahan air sederhana dan solusi murah untuk meningkatkan kualitas sanitasi. “Kalau untuk menutup jamban itu bahannya harus pakai apa supaya tahan lama? Terus, kalau mau mengolah air biar lebih bersih tapi nggak mahal, caranya gimana ya?” ujar Ibu Adin (05/08/2025).
Dengan program ini, mahasiswa KKN-T Undip berharap kesadaran masyarakat terkait sanitasi dan air bersih terus meningkat, sehingga risiko penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan dan kualitas hidup warga semakin baik.
Penulis: Naila Shafa











