JATENGKU.COM, KENDAL – Desa Punjulharjo kini semakin memantapkan eksistensinya di bidang seni pertunjukan dengan mengadakan drum elektrik. Inisiatif ini digagas oleh Muhammad Nafik Ulin Nuha, mahasiswa Universitas Diponegoro, sebagai upaya meningkatkan kualitas pertunjukan seni di desa. Drum elektrik dipilih karena keunggulannya dalam mengatasi keterbatasan ruang, mengurangi kebisingan, serta menyediakan variasi suara yang lebih beragam dibanding drum akustik konvensional.

Drum elektrik yang diadakan tersebut tidak hanya lebih praktis dan portabel, tetapi juga mudah diintegrasikan dengan perangkat audio digital. Hal ini memungkinkan kelompok seni setempat untuk menciptakan aransemen musik yang lebih kreatif dan menarik. Selain itu, alat ini dapat digunakan dengan headphone, sehingga proses latihan tidak mengganggu lingkungan sekitar dan lebih kondusif bagi pemula yang ingin belajar musik.

Dengan adanya drum elektrik, diharapkan minat generasi muda terhadap seni musik semakin meningkat. Kegiatan pentas seni di desa pun dapat lebih sering diselenggarakan dengan kualitas yang lebih profesional. Dukungan pelatihan dari universitas juga memastikan bahwa alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal, membuka peluang baru bagi pengembangan bakat dan potensi seni masyarakat Desa Punjulharjo, Rembang, Jawa Tengah.

Desa Punjulharjo kini semakin memantapkan eksistensinya di bidang seni pertunjukan dengan mengadakan drum elektrik. Inisiatif ini digagas oleh Muhammad Nafik Ulin Nuha, mahasiswa Universitas Diponegoro, sebagai upaya meningkatkan kualitas pertunjukan seni di desa. Drum elektrik dipilih karena keunggulannya dalam mengatasi keterbatasan ruang, mengurangi kebisingan, serta menyediakan variasi suara yang lebih beragam dibanding drum akustik konvensional.

Drum elektrik yang diadakan tersebut tidak hanya lebih praktis dan portabel, tetapi juga mudah diintegrasikan dengan perangkat audio digital. Hal ini memungkinkan kelompok seni setempat untuk menciptakan aransemen musik yang lebih kreatif dan menarik. Selain itu, alat ini dapat digunakan dengan headphone, sehingga proses latihan tidak mengganggu lingkungan sekitar dan lebih kondusif bagi pemula yang ingin belajar musik.

Dengan adanya drum elektrik, diharapkan minat generasi muda terhadap seni musik semakin meningkat. Kegiatan pentas seni di desa pun dapat lebih sering diselenggarakan dengan kualitas yang lebih profesional. Dukungan pelatihan dari universitas juga memastikan bahwa alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal, membuka peluang baru bagi pengembangan bakat dan potensi seni masyarakat Desa Punjulharjo.

Editor: Handayat