Program kerja Peningkatan Literasi Manajemen Persediaan UMKM Desa Kacangan melalui Sosialisasi Stock Opname telah terlaksana dengan baik dan berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa melalui program kerja edukatif untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kacangan, khususnya dalam aspek pengelolaan persediaan barang.
Selama kegiatan berlangsung, pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik pada sesi penyampaian materi maupun saat praktik langsung. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti setiap tahapan praktik pencatatan persediaan. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan pelaku UMKM terhadap pemahaman manajemen persediaan yang selama ini masih belum diterapkan secara optimal dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Melalui sosialisasi ini, peserta diberikan pemahaman mendasar mengenai pentingnya manajemen persediaan dalam menunjang keberlangsungan dan efisiensi usaha. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stock opname, tujuan dan manfaat pencatatan persediaan, serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila persediaan tidak dikelola dengan baik. Pelaku UMKM diajak untuk memahami bahwa pencatatan persediaan berperan penting dalam mengontrol jumlah stok, mencegah kelebihan atau kekurangan barang, serta membantu pengambilan keputusan usaha yang lebih tepat.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik penggunaan kartu stok sebagai alat pencatatan keluar–masuk barang. Peserta dilatih untuk melakukan pencatatan persediaan secara manual, serta diperkenalkan dengan sistem pencatatan digital menggunakan spreadsheet. Pengenalan pencatatan digital ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih efisien dan mudah diterapkan oleh pelaku UMKM, seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan administrasi usaha yang semakin kompleks.
Meskipun kegiatan secara umum berjalan dengan lancar, terdapat beberapa hambatan yang ditemui selama pelaksanaan. Salah satu kendala utama adalah belum terbiasanya sebagian pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan administrasi kartu stok secara rutin. Kondisi tersebut menyebabkan peserta membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memahami konsep stock opname dan alur pencatatan persediaan. Namun demikian, melalui pendampingan langsung dan praktik berulang, pelaku UMKM mulai memahami pentingnya konsistensi dalam pencatatan persediaan.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi stock opname ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi manajemen persediaan pelaku UMKM di Desa Kacangan. Diharapkan, setelah kegiatan ini, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan pencatatan persediaan secara sederhana namun berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib, profesional, dan berdaya saing di masa mendatang.
Penulis: Rivaldi – Manajemen Dan Administrasi Logistik 22







