Sragen, 22 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), Naira Nabila dari Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang, melaksanakan program kerja inovatif berjudul “Meningkatkan Produktivitas UMKM Konveksi dengan Kaizen Board” di Desa Kacangan. Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam penguatan sektor UMKM desa melalui pendekatan budaya kerja Jepang.
Kaizen Board merupakan media visual yang diadaptasi dari filosofi kerja Jepang, yaitu Kaizen, yang berarti perbaikan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Dalam konteks UMKM konveksi, Kaizen Board digunakan sebagai alat bantu untuk memantau target produksi harian, mencatat permasalahan kerja (mondai), menyusun ide perbaikan (kaizen), serta melakukan kontrol kualitas produk secara terstruktur dan sistematis.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi alur kerja UMKM konveksi untuk memahami proses produksi serta hambatan yang sering dihadapi pelaku usaha. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa merancang desain Kaizen Board yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Papan tersebut kemudian dipasang langsung di area kerja UMKM konveksi.
Tidak hanya melakukan pemasangan, Naira Nabila juga melaksanakan sosialisasi singkat kepada pelaku UMKM mengenai konsep Kaizen, fungsi setiap kolom pada Kaizen Board, serta contoh pengisian harian. Sosialisasi ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memahami dan menerapkan sistem tersebut secara mandiri dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Selain itu, pelaku UMKM juga dibekali modul panduan tertulis sebagai media pembelajaran mandiri yang berisi petunjuk penggunaan Kaizen Board beserta contoh pengisian. Media ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam menerapkan sistem kerja yang lebih tertata, disiplin, dan efisien secara berkelanjutan.
Program ini mendapat respon positif dari pelaku UMKM konveksi karena dinilai praktis, mudah dipahami, dan tidak mengganggu sistem kerja yang sudah berjalan. Dengan adanya Kaizen Board, alur produksi menjadi lebih jelas, proses kerja lebih terstruktur, serta permasalahan dapat lebih cepat diidentifikasi dan diperbaiki.
Tidak hanya sebagai alat bantu produksi, penerapan Kaizen Board ini juga menjadi sarana transfer nilai budaya kerja Jepang kepada masyarakat desa, khususnya nilai disiplin, keteraturan, konsistensi, dan tanggung jawab dalam bekerja. Konsep perbaikan berkelanjutan yang diterapkan secara konsisten diharapkan mampu membentuk budaya kerja baru yang lebih produktif dan profesional.
Melalui program kerja ini, Naira Nabila berharap UMKM konveksi di Desa Kacangan dapat berkembang secara mandiri, memiliki sistem kerja yang lebih profesional, serta mampu meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Program Kaizen Board ini juga diharapkan dapat menjadi model sederhana yang dapat direplikasi pada UMKM lain di Desa Kacangan maupun wilayah sekitarnya.







