JATENGKU.COM, SEMARANG — Di balik tenangnya Desa Branjang yang berada di lereng Ungaran, lahir sebuah usaha kreatif yang memadukan kearifan lokal dan nilai keberlanjutan; Sigur.id. Didirikan oleh Janu Adhe Saputra, usaha ini menyulap limbah kayu bekas menjadi produk berbahan resin yang unik dan bernilai seni tinggi.
Sejak berdiri pasca pandemi Sigur.id yang awalnya dirintis sebagai dampak dari pemutusan hubungan kerja akibat Covid-19, saat ini tumbuh menjadi pelaku UMKM yang menyuarakan semangat eco-kultural dan ekonomi sirkular.
Sigur.id merupakan salah satu UMKM kreatif di Desa Branjang yang memiliki potensi besar, namun masih tergolong rentan dalam hal pengelolaan bisnis dan strategi pemasaran.
Meskipun produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi—karena mengusung konsep eco- kultural dengan memanfaatkan limbah kayu dan resin alami—usaha ini belum ditunjang oleh strategi pemasaran digital yang terarah.
Minimnya dukungan terhadap aspek branding, promosi, dan pemanfaatan teknologi membuat Sigur.id berisiko tertinggal dalam persaingan pasar.
Dengan latar belakang tersebut, Sigur.id menjadi mitra yang tepat untuk program pengabdian berbasis pemberdayaan, seperti Kuliah Kerja Nyata, di mana mahasiswa dapat memberikan kontribusi langsung dalam meningkatkan daya saing usaha lokal. Salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi Sigur.id adalah keterbatasan literasi digital dan komunikasi visual dalam aktivitas pemasarannya.
Pengelolaan media sosial masih dilakukan secara manual, tanpa konsistensi dalam penjadwalan unggahan maupun penyesuaian terhadap karakteristik target audiens digital.
Konten yang ditampilkan cenderung informatif tetapi belum mengandung storytelling yang kuat ataupun identitas visual yang khas. Padahal, dalam era digital seperti sekarang, media sosial bukan hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga medium utama untuk membangun kepercayaan dan koneksi emosional dengan konsumen.
Oleh karena itu, pendampingan dalam aspek optimalisasi media sosial sangat diperlukan untuk membantu Sigur.id memperkuat kehadiran digitalnya secara strategis dan berkelanjutan. Melihat potensi dan tantangan tersebut, Tim KKNT 106 Universitas Diponegoro hadir di Desa Branjang sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Dengan mengusung tema “Pendampingan Retorika Pemasaran dan Publikasi Katalog Digital Berbasis Website untuk Resin Eco-Kultural dari Sigur.id”, Program dilaksanakan dengan metode hybrid, memadukan pertemuan tatap muka di rumah produksi Mas Janu dengan kerja kolaboratif daring antar anggota tim.
Dengan memanfaatkan berbagai platform seperti WhatsApp Group, Canva, dan Google Docs, kerja timmenjadi lebih fleksibel namun tetap produktif. Mahasiswa belajar untuk adaptif dalam mengelola proyek nyata meskipun memiliki keterbatasan waktu dan ruang. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan saat berkunjung ke Desa Branjang adalah workshop pembuatan gantungan kunci epoxy resin berbahan dasar kayu bekas.
Selain workshop masing-masing mahasiswa juga memberikan edukasi kepada pemilik Sigur.id sesuai dengan program multidisiplinnya masing-masing.
Dalam rangka mendorong keberlanjutan usaha, penulis memberikan edukasi mengenai pentingnya Hak Kekayaan Intelektual bagi keberlangsungan UMKM.
Diharapkan edukasi tersebut dapat membuka wawasan pemilik usaha mengenai perlindungan hukum atas karya dan identitas produk yang dihasilkan.
Dengan memahami pentingnya HKI, pelaku UMKM seperti Sigur.id tidak hanya dapat melindungi desain produk dan merek dagangnya dari tindakan plagiarisme, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dalam membangun kepercayaan konsumen serta menjalin kerja sama bisnis di masa depan.
Selain itu, pengetahuan mengenai HKI juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas jangkauan pasar, terutama ketika Sigur.id mulai merambah pemasaran digital dan potensi ekspansi ke pasar yang lebih luas.
Melalui rangkaian kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim KKNT 106 Universitas Diponegoro, diharapkan Sigur.id mampu melangkah lebih jauh sebagai UMKM yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif dan berdaya saing tinggi di era digital.
Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Tak hanya memberi solusi atas permasalahan yang ada, program ini juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kesadaran akan pentingnya inovasi serta perlindungan karya dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh.
Pendampingan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi Sigur.id dalam menapaki pasar yang lebih luas dan profesional.
Penulis: Denaya Nareshwari Wardhana (14030122140135)











