JATENGKU.COM, Temanggung — Membangun karakter islami pada anak usia dini bukan sekadar menstransfer ilmu pengetahuan melainkan sebuah proses panjang dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral. disekolah, guru adalah arsitek utama yang merancang fondasi kepribadian anak tersebut.

Pada fase golden age anak memiliki daya serap otak yang luar biasa. Mereka adalah meniru ulang, seperti kebiasaan berdoa sebelum makan, mengucapkan salam, dan bersikap sopan, secara konsisten dilakukan akan menjadi bagian dari karakter seseorang. Oleh karena itu, karakter seorang guru menjadi instrumen pendidikan yang jauh lebih tajam dibandingkan dengan kurikulum tertulis.

Pembentukan karakter islami merupakan suatu proses pendidikan dan pengembangan diri yang bertujuan untuk membentuk kepribadian seseorang agar sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai islam. Pembentukan karakter islami meliputi pengenalan terhadap ajaran agama, pembiasaan terhadap amal ibadah, penguatan nilai-nilai moral, dan pembentukan sikap yang mencerminkan kepribadian yang mulia sesuai dengan ajaran islam. Hal ini merupakan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang guru.

Kebiasaan-kebiasaan yang baik ini akan membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai positif dan menjadikannya bagian dari kepribadian mereka, sehingga mereka tumbuh menjadi individu berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut

Peran guru sebagai pembimbing

Guru membimbing anak-anak dalam memahami prinsip-prinsip moral dan etika islam. Mereka membantu anak-anak memahami pentingnya perilaku yang baik, seperti jujur, bertanggung jawab, dan menhargai sesama. Guru memberikan nasihat dan dorongan kepada anak-anak dalam menghadapi situasi yang menuntut pengambilan keputusan moral. mereka memberikan panduan tentang bagaimana bertindak sesuai dengan ajaran islam dan berbagai situasi kehidupan sehari-hari.

Peran guru sebagai pelatih

Seorang guru yang berperan sebagai pelatih yang menuntun anak didiknya untuk menjadi anak yang mandiri dalam mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai islami. Mereka memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dari kesalahan mereka dan merencanakan cara untuk meningkatkan diri mereka sendiri.

Peran guru sebagai motivator

Guru membantu anak-anak membangun rasa percaya diri mereka dengan memberikan kesempatan untuk sukses dan merasa dihargai. Mereka membantu anak-anak memahami arti sukses sejati dan membimbing mereka untuk mencapai potensi maksimal mereka dalam pelayanan kepada allah dan sesama. Dengan berperan sebagi motivator yang peduli dan inspiratif, guru dapat membantu anak-anak dalam mengembangkan karakter islami yang kuat dan berkelanjutan sejak usia dini.

Peran guru sebagai penilai

Peran guru sebagai penilai dalam membentuk karakter islami pada anak usia dini melibatkan beberapa hal, seperti guru menilai perilaku anak-anak dalam konteks islami, dengan cara mengamati bagaimana anak-anak berinteraksi dengan sesama, dan norma-norma agama. Guru menilai anak-anak secara adil dan objektif berdasarkan perilaku mereka dalam konteks nilai-nilai islami. Mereka tidak hanya memperhatikan tindakan luar, tetapi juga memahami motivasi dan niat dibalik perilaku tersebut.

Peran guru sebagai model

Guru harus menjadi teladan dan mampu mencontohkan perilaku yang baik, dan memberikan contoh yang sejalan dengan nilai-nilai ajaran islam disekolah. Guru dapat mengatur dan mengfasilitasi kegiatan keagamaan dikelas atau disekolah seperti shalat berjamaah. Ini membantu anak-anak memahami pentingnya membentuk karakter islami. Mereka memberikan pujian dan penghargaan atas perilaku baik, serta memberikan bimbingan jika terjadi kesalahan.

Guru membantu anak-anak untuk merenungkan dan memahami konsekuensi dari perilaku mereka sesuai dengan ajaran islam. Mereka mengajak anak-anak untuk berpikir kritis tentang bagaimana perilaku mereka mempengaruhi diri mereka sendiri dan orang lain.

Guru menggunakan penilaian mereka sebagai alat untuk mendorong perkembangan positif dalam karakter anak-anak, dalam proses penilaian seorang guru memberikan tantangan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak didiknya, agar dapat menerapkan potensi yang dimilikinya. Melalui penilaian yang konstruktif dan bimbingan yang terarah, guru dapat menjadi katalisator dalam proses pembentukan karakter anak-anak sesuai dengan ajaran islam.

Penulis: Farah Kurnia (2323028)

Editor: Handayat

Tag