JATENGKU.COM, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar rangkaian sosialisasi stock opname untuk meningkatkan literasi manajemen persediaan UMKM konveksi di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, pada Rabu (22/01/2026).
Rivaldi, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro selaku pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM konveksi tentang pentingnya pencatatan persediaan bahan baku untuk kelancaran produksi.
“Pencatatan persediaan bahan baku yang baik sangat penting untuk memastikan kelancaran produksi. Dengan stock opname yang teratur, pelaku UMKM dapat menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat mengganggu proses produksi,” ujar Rivaldi.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pelaku UMKM konveksi diajarkan dua metode pencatatan stock opname, yaitu secara manual menggunakan kartu stok dan secara digital melalui aplikasi spreadsheet. Kedua metode ini dipilih untuk memberikan alternatif bagi pelaku UMKM sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Metode manual dengan kartu stok dinilai cocok untuk pelaku UMKM yang belum terbiasa dengan teknologi digital, sementara penggunaan spreadsheet memberikan kemudahan dalam perhitungan otomatis dan penyimpanan data yang lebih terorganisir.
Sri selaku pemilik UMKM konveksi yang menjadi peserta sosialisasi menyambut baik program ini. Mereka mengaku selama ini kesulitan dalam mengelola persediaan bahan baku seperti kain, benang, dan aksesori lainnya karena tidak memiliki sistem pencatatan yang teratur.
“Selama ini kami hanya mengandalkan ingatan untuk mencatat stok bahan. Kadang tiba- tiba kehabisan bahan di tengah proses produksi. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi lebih paham pentingnya pencatatan yang rapi,” ungkap Sri
Kegiatan yang berlangsung di lokasi UMKM konveksi ini diikuti dengan antusias oleh para pelaku usaha. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung mencatat persediaan bahan baku mereka dengan bimbingan dari tim KKN.
Rivaldi menambahkan bahwa meskipun sebagian peserta masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem pencatatan, namun mereka menunjukkan komitmen untuk mulai menerapkan stock opname secara konsisten dalam usaha mereka.
“Kami juga memberikan modul panduan yang bisa dijadikan referensi. Ke depannya, kami berharap pelaku UMKM bisa menerapkan sistem ini secara rutin sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan profitabilitas usaha,” tambah Rivaldi.
Program Peningkatan Literasi Manajemen Persediaan UMKM ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung
pengembangan UMKM di Desa Kacangan. Diharapkan melalui kegiatan ini, UMKM konveksi dapat lebih berkembang dan berkelanjutan dalam menjalankan usahanya.
Desa Kacangan memiliki beberapa UMKM konveksi yang memproduksi berbagai jenis pakaian dan seragam. Dengan adanya peningkatan literasi manajemen persediaan, diharapkan UMKM-UMKM tersebut dapat meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian desa.
Penulis: Rivaldi, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik
