JATENGKU.COM, SEMARANG – Memasuki minggu keempat pelaksanaan KKN Tematik, tim jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro melakukan akselerasi digital melalui program Sosial Kemasyarakatan (SK) berupa pemetaan kawasan pondok pesantren pada Senin, 2 Februari 2026. Program ini bertujuan untuk menghasilkan data spasial yang akurat guna mendukung pengelolaan aset dan promosi lembaga pendidikan pesantren di Kota Semarang.
Program unggulan bertajuk “Pembuatan Peta Dasar Situasi Lokasi, Bidang Tanah, dan Leaflet Promosi” ini dikoordinasikan oleh Muhammad Abraham Haris. Mengingat banyak pesantren yang belum memiliki dokumentasi lahan yang terintegrasi, mahasiswa Geodesi membawa inovasi teknologi pemetaan modern ke lapangan.
Rangkaian kegiatan teknis yang dilakukan meliputi:
- Observasi dan Persiapan Alat: Tim melakukan pengamatan awal kondisi lingkungan pesantren dan menyiapkan perangkat pemetaan utama, termasuk wahana drone dan alat ukur lapangan.
- Akuisisi Data Drone: Melakukan pengambilan foto udara secara sistematis untuk mendapatkan citra aktual kawasan pesantren dari ketinggian.
- Pengukuran Titik Kontrol: Melaksanakan pengukuran langsung di lapangan sebagai data kontrol untuk menjamin akurasi peta yang dihasilkan.

Data yang dikumpulkan kemudian diolah secara digital untuk menghasilkan produk informasi spasial yang komprehensif. Produk akhir dari program ini mencakup:
- Peta Bidang Tanah: Memberikan kejelasan mengenai batas-batas fisik lahan pesantren.
- Orthophoto: Citra udara yang telah dikoreksi sehingga memiliki skala yang seragam untuk kebutuhan perencanaan tata ruang.
- Leaflet Promosi: Integrasi data pemetaan ke dalam media informasi visual yang menarik guna mendukung pengembangan kelembagaan pesantren.
Melalui program SK ini, mahasiswa Teknik Geodesi berhasil menjembatani kebutuhan administratif pesantren dengan keahlian teknis pemetaan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah pengelola pesantren dalam merencanakan pengembangan fasilitas fisik secara lebih terukur di masa depan.
“Ketersediaan peta yang akurat adalah langkah awal menuju manajemen infrastruktur pesantren yang lebih profesional dan akuntabel,” ungkap tim dalam deskripsi tanggung jawab programnya.






