MAHASISWA Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Meita Ika Andiyani, sukses melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri. Dengan mengusung tema “Sinergi Literasi Digital, Kesehatan Lingkungan, dan Ekonomi Kreatif Menuju Masyarakat Mandiri,” rangkaian kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan proyek konstruksi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan modern, mulai dari keamanan teknologi hingga kemandirian ekonomi, guna menciptakan masyarakat yang tangguh dan adaptif di lingkungan kerja.
Cerdas Berteknologi dan Aman di Dunia Digital
Dalam pilar literasi digital, fokus utama adalah memberikan perlindungan terhadap ancaman siber yang kian marak. Edukasi mencakup keamanan finansial digital, di mana masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap bahaya pinjaman online ilegal, judi online, serta praktik phishing atau tautan palsu yang berisiko menguras saldo rekening.
Selain itu, aspek keamanan data menjadi sorotan penting, terutama dalam lingkungan kerja strategis. Peserta diajak untuk bijak menggunakan media sosial dengan tidak mengunggah detail teknis atau denah bangunan yang bersifat rahasia. Komunikasi profesional via aplikasi pesan juga ditekankan untuk menghindari miskomunikasi dan penyebaran hoaks di lingkungan koordinasi kerja guna menjaga kelancaran operasional.
Menjaga Harmoni Pembangunan dan Alam
Sebagai calon insinyur, Meita juga membawa misi penting mengenai kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja (K3L). Pembangunan yang masif harus tetap selaras dengan pelestarian alam melalui prinsip Green Construction. Beberapa poin krusial yang disosialisasikan meliputi:
- Kesehatan Fisik: Teknik ergonomi saat mengangkat beban yang benar untuk mencegah cedera punggung serta manajemen hidrasi untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang lembap dan terik di lapangan.
- Keselamatan Kerja: Kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm, sepatu safety, dan body harness untuk pekerjaan di ketinggian.
- Keberlanjutan Lingkungan: Praktik Zero Waste melalui pemilahan limbah konstruksi (beton, besi, kayu), penyiraman rutin untuk meminimalkan polusi debu, dan perlindungan saluran air alami agar tidak tercemar limbah proyek.
Kemandirian Ekonomi Melalui Pengelolaan Keuangan Kreatif
Pilar terakhir dalam program KKN ini adalah pemberdayaan ekonomi. Meita mengedukasi masyarakat mengenai rumus kelola gaji 50-30-20 yakni 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau modal usaha.
Tak hanya sekadar menabung, peluang kewirausahaan digital juga diperkenalkan. Di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur, masyarakat didorong untuk jeli melihat peluang usaha seperti jasa katering, logistik, hingga jasa dokumentasi digital yang dapat dipromosikan melalui platform Virtual Expo atau media sosial. Tujuannya adalah agar hasil kerja keras saat ini dapat menjadi fondasi ekonomi yang kuat bagi keluarga di masa depan.
Penutup dan Harapan
Kegiatan KKN ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, baik dalam peningkatan keterampilan (hard skill) maupun karakter (soft skill) dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara penguasaan teknologi, kepedulian lingkungan, dan kecerdasan finansial menjadi kunci utama menuju masyarakat yang mandiri.
“Kesehatan di tempat kerja adalah investasi keluarga, dan menjaga lingkungan adalah warisan masa depan,” pungkas Meita dalam laporannya.








