Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa JARPA...

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa JARPAK PKP UNS Sukses Gelar Sekolah Lapang Bersama LSM Gita Pertiwi

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Surakarta — Dalam upaya nyata mendukung ketahanan pangan, pemulihan ekosistem tanah, dan kelestarian lingkungan, sekelompok mahasiswa program Hibah Pembelajaran Berdampak (JARPAK) dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Pertanian Berkelanjutan. Kegiatan akademis yang berorientasi pada pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gita Pertiwi, sebuah organisasi yang konsisten bergerak di bidang lingkungan hidup dan kedaulatan pangan.

Program Sekolah Lapang ini dirancang sebagai wadah pembelajaran interaktif, partisipatif, dan aplikatif bagi para petani lokal di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Fokus utama dari rangkaian kegiatan ini adalah mengedukasi serta mempraktikkan langsung metode pertanian yang ramah lingkungan (regenerative agriculture). Materi yang disampaikan mencakup manajemen hama terpadu, pengenalan agensia hayati sebagai musuh alami hama, hingga teknik pembuatan pupuk organik memanfaatkan limbah lokal guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa JARPAK PKP UNS Sukses Gelar Sekolah Lapang Bersama LSM Gita Pertiwi

Tim mahasiswa JARPAK PKP UNS yang terdiri dari 9 orang ini terlibat aktif sejak tahap perencanaan, penyusunan materi penyuluhan, hingga fasilitasi di lapangan. Keterlibatan kelompok mahasiswa ini di LSM Gita Pertiwi memberikan ruang bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu penyuluhan yang didapat di bangku kuliah ke dalam situasi nyata di sektor pertanian. Perwakilan tim mahasiswa JARPAK PKP UNS mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sekaligus pengalaman paling berharga bagi mereka adalah bagaimana menyelaraskan konsep ilmiah dari kampus dengan kearifan lokal yang sudah dimiliki oleh para petani.

“Melalui program magang kelompok JARPAK ini, kami belajar banyak tentang arti kerja sama tim dan pentingnya pendekatan partisipatif dalam penyuluhan. Di Sekolah Lapang ini, kami tidak memposisikan diri sebagai guru, melainkan sebagai fasilitator dan teman belajar bagi petani. Kami mengajak petani turun langsung ke sawah untuk mengamati ekosistem lahan secara mandiri, mengenali serangga yang mendatangkan manfaat (agensia hayati) dan serangga hama, sehingga mereka bisa mengambil keputusan budidaya yang lebih efisien dan sehat,” ujar Rayhan.

Selama pelaksanaan Sekolah Lapang, antusiasme warga dan kelompok tani setempat terlihat sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan aktifnya sesi diskusi dua arah dan praktik langsung di lahan percontohan (demplot). Para petani diajarkan cara monitoring lahan berkala untuk melihat kesehatan tanaman padi, struktur tanah, dan perkembangan mikroorganisme yang menjaga kesuburan tanah alami.

Dengan suksesnya gelaran Sekolah Lapang Pertanian Berkelanjutan ini, sinergi antara akademisi melalui program JARPAK UNS dan LSM seperti Gita Pertiwi diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Langkah kolaboratif dari kelompok pemuda dan petani lokal ini diharapkan mampu menjadi pilar kuat dan inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang tangguh, mandiri secara pangan, serta selaras dengan kelestarian alam.

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa JARPAK PKP UNS Sukses Gelar Sekolah Lapang Bersama LSM Gita Pertiwi

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa JARPAK PKP UNS Sukses Gelar Sekolah Lapang Bersama LSM Gita Pertiwi

Penulis: Kanaya Neyla Putri Dydanti, Muhammad Rayhan Arizal, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Universitas Sebelas Maret

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan