Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Eduka...

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Karanganyar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Eduvara Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan EcoFun Project 2: Edukasi dan Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Inovasi Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, bernilai guna, serta ramah lingkungan.

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Hibah Pembelajaran Berdampak melalui Program Asistensi Mengajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret, yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi pembelajaran sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya volume limbah organik rumah tangga yang dihasilkan masyarakat Desa Tugu. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS menghadirkan solusi sederhana namun berkelanjutan berupa pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk cair, pengusir hama, hingga membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan yang dipusatkan di rumah Ketua RT 02 Dusun Pondok Etan ini dihadiri oleh Kepala Dusun Pondok Etan, Dosen Pembimbing Lapangan, Ketua RT 01 dan RT 02 Dusun Pondok Etan, anggota Kelompok Tani Desa Tugu, serta puluhan warga yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Sebagai narasumber utama, Ibu Ester Tantri dari Eco Enzyme Nusantara (EEN) menyampaikan materi edukatif mengenai konsep dasar eco-enzyme beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan perbedaan mendasar antara eco-enzyme dan kompos.

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Selain menjelaskan konsep dasar, Ibu Ester Tantri juga memaparkan berbagai manfaat eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaannya sebagai cairan pembersih rumah tangga, penyubur tanaman, penghilang bau pada saluran air, hingga sebagai salah satu upaya sederhana dalam mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga. Materi disampaikan secara komunikatif dan disertai contoh-contoh penerapan sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN UNS bersama narasumber mendampingi warga mulai dari proses pemilahan limbah organik, penyiapan bahan, hingga pencampuran menggunakan molase maupun gula merah sebagai sumber gula alternatif dengan komposisi yang tepat. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses fermentasi, lama penyimpanan, hingga cara memanen dan memanfaatkan eco-enzyme setelah fermentasi selesai.

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Dalam sambutannya, Kepala Dusun Pondok Etan, Bapak Suyadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN UNS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah organik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

Mahasiswa KKN UNS Gelar EcoFun Project 2, Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme untuk Mendukung SDGs melalui Pengelolaan Limbah Organik di Desa Tugu

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan dedikasi mahasiswa KKN UNS. Program ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan solusi terhadap banyaknya sampah organik rumah tangga sekaligus mendukung terwujudnya desa yang mandiri dan ramah lingkungan,” ujar Bapak Suyadi.

Melalui edukasi dan praktik pembuatan eco-enzyme, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih melalui pengurangan limbah organik rumah tangga dan pemanfaatannya menjadi produk yang aman serta bermanfaat. Lingkungan yang lebih bersih dapat membantu mengurangi pencemaran dan mendukung kesehatan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta berpotensi dikembangkan menjadi inovasi berbasis lingkungan maupun peluang usaha skala rumah tangga, sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui EcoFun Project 2, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret berharap masyarakat Desa Tugu dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semakin banyaknya warga yang mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme, diharapkan volume sampah rumah tangga dapat berkurang, kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat, serta tercipta budaya hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa KKN UNS, masyarakat Desa Tugu, dan Eco Enzyme Nusantara (EEN) dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai langkah nyata menuju desa yang lebih lestari.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan