Rekomendasi

    Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Pelajari Upaya Pelestarian Penyu di Desa Serangan Bali Melalui Program Sustainable International Community Servic (SICS)

    Mahasiswa Universitas PGRI Semarang mengikuti edukasi konservasi penyu yang disampaikan Edukator Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Wayan Sudarma, di Serangan, Bali, Selasa (30/6/2026).

    JATENGKU.COM, Bali — Sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tergabung dalam program Sustainable International Community Service (SICS) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Desa Serangan, Denpasar, Bali, pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Sea Turtle Conservation in Serangan Village” tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai konservasi penyu sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

    Penyu yang dirawat di Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Bali, dalam rangka mendukung upaya konservasi dan pelestarian populasi penyu di Indonesia.

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan berbagai materi terkait kehidupan penyu, mulai dari siklus hidup, pola reproduksi, proses penetasan telur, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga populasi penyu di alam. Selain memperoleh pengetahuan teoritis, peserta juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai aktivitas konservasi yang dilakukan oleh TCEC.

    Edukator TCEC, Wayan Sudarma, menjelaskan bahwa suhu inkubasi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan telur penyu. Menurutnya, pengelolaan suhu yang tepat sangat diperlukan karena dapat memengaruhi jenis kelamin tukik yang dihasilkan saat menetas.

    Edukator Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Wayan Sudarma, memberikan penjelasan mengenai proses penetasan telur penyu kepada mahasiswa Universitas PGRI Semarang di Serangan, Bali.

    “Suhu selama proses inkubasi harus dijaga dengan baik. Di pusat konservasi, pengaturan suhu dilakukan menggunakan pendingin ruangan agar tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan telur penyu,” jelas Wayan Sudarma.

    la juga menyampaikan bahwa seekor penyu betina di habitat alaminya dapat melakukan perkawinan dengan beberapa penyu jantan. Proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme alami yang membantu menjaga keberagaman genetik dalam populasi penyu.

    Selain menjelaskan mengenai proses penetasan, Wayan juga menerangkan bahwa dalam habitat alaminya seekor penyu betina dapat melakukan perkawinan dengan beberapa penyu jantan, yaitu sekitar tiga hingga lima ekor. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses reproduksi alami yang berperan dalam menjaga keberagaman genetik populasi penyu.

    Selain itu, Wayan menerangkan bahwa peningkatan suhu lingkungan dapat memengaruhi rasio jenis kelamin tukik. Suhu yang lebih tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak tukik betina, sedangkan suhu yang lebih rendah berpotensi menghasilkan lebih banyak tukik jantan. Oleh sebab itu, kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya konservasi penyu.

    Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, mahasiswa juga mengamati secara langsung proses perawatan penyu, pengelolaan telur, serta pelepasliaran tukik ke habitatnya. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai langkah yang dilakukan untuk menjaga kelestarian penyu di indonesia

    Melalui program SICS, mahasiswa UPGRIS didorong untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada isu keberlanjutan. Kegiatan di TCEC diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat

    kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga konservasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

    Profil Penulis

    1. Putra Adhinata – Program Studi Manajemem, Universitas PGRI Semarang
    2. Farrel Ilham Wardhana – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
    3. Della Paramita – Program Studi Bisnis Manajemen, Universitas PGRI Semarang
    4. Dinda Azha Erla Pramisti – Program Studi Manajemen, Universitas PGRI Semarang
    Avatar photo
    Avatar photo
    Handayat
    Penulis