JATENGKU.COM, DEMAK — Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Kelompok B TIM 62 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukatif bertema ketahanan pangan di SMA Negeri 1 Mranggen, Demak pada Rabu (16/7/2025)
Kegiatan ini menjadi bagian dari program multidisiplin yang melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk menyampaikan isu Ketahanan Pangan Padi dan Jagung secara komprehensif kepada siswa.
Pada awal Juli, sebanyak 11 mahasiswa dari rumpun soshum dan saintek terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memperkenalkan ketahanan pangan padi dan jagung secara menyeluruh baik dari sisi budaya, sejarah, maupun ilmu alam.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa rumpun soshum dari program studi Antropologi, Sejarah, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, dan Sastra Indonesia melakukan diskusi interaktif seputar budaya bertani, sejarah pertanian lokal, edukasi pertanian melalui cerita fiksi, dan peran petani serta praktik pertanian di Jepang dalam menjaga keberlanjutan pangan. Diskusi interaktif tidak berangkat tanpa alasan.
Selain bertujuan untuk menambah wawasan, mahasiswa KKN juga bertujuan mendorong keberanian siswa untuk berbicara di depan umum, mengemukakan pendapat, serta melatih kemampuan berpikir kritis dalam memahami persoalan pertanian dari berbagai sudut pandang.
Sementara itu, mahasiswa rumpun saintek dari program studi Agribisnis, Fisika, Biologi, Matematika, dan Oseanografi memberikan edukasi mengenai apa itu pupuk, pestisida, nanoteknologi, budidaya jagung, peran fisika dalam budidaya padi, pengenalan dasar SQL dalam pendataan padi dan jagung, hingga strategi pemasaran untuk menghadapi fluktuasi harga hasil pertanian.

Dilakukan pula sesi pemaparan peta penggunaan lahan Desa Menur, Mranggen, Demak. Siswa diajak untuk mengenali potensi serta sebaran lahan produktif di sekitar mereka, sekaligus memahami hubungan antara pemanfaatan ruang dan upaya menjaga ketahanan pangan.
Tak hanya diajak memahami teori, siswa juga diajak praktik deteksi pH tanah menggunakan kertas lakmus, sehingga siswa dapat mengetahui kondisi kesuburan tanah di sekitar mereka.
Edukasi pH ini menunjukkan bahwa sebagian besar lahan di Menur berada pada kisaran pH 6,7–7, yang tergolong netral dan ideal bagi tanaman pangan seperti padi dan jagung. Pengetahuan ini penting bagi siswa sebagai dasar penerapan pertanian presisi.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa. Siswa mendapatkan perspektif baru tentang pertanian yang selama ini hanya dipahami secara praktis. Pihak sekolah berharap agar program yang diberikan bisa meningkatkan wawasan siswa, khususnya dalam bidang pertanian, dan juga mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan pendekatan lintas disiplin ilmu, tim KKN berharap materi yang disampaikan mampu membuka wawasan generasi muda tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan, baik dari sisi teknologi maupun nilai-nilai sosial budaya.
Kegiatan KKN di SMA Negeri 1 Mranggen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan.










