JATENGKU.COM, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang Kelompok 9 Desa Kalisalak Kabupaten Batang meningkatan upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini terus digalakkan melalui kegiatan Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang dilaksanakan bersama TK Pembina.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak dengan metode edukatif dan menyenangkan. Dalam kegiatan SALUD tersebut, anak-anak diperkenalkan berbagai rambu-rambu lalu lintas yang sering ditemui di jalan raya. Rambu-rambu terserbut seperti rambu larangan, rambu peringatan dan rambu perintah. Mahasiwa KKN UPGRIS menjelaskan arti dan fungsi rambu dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Metode tanya jawab dan contoh visual digunakan untuk meningkatkan ketertarikan serta pemahamanan dari anak-anak.

Selain rambu lalu lintas, anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai lampu lalu lintas. Mereka diajarkan arti warna merah, kuning, dan hijau serta kapan harus berhenti, bersiap, dan berjalan. Materi ini disampaikan secara interaktif sehingga anak-anak dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh.
Kegiatan berikutnya adalah edukasi cara menyeberang jalan yang baik dan benar. Anak-anak diajarkan langkah-langkah aman saat menyeberang jalan, seperti berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, serta menyeberang dengan tertib. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menambah semangat dan keceriaan, kegiatan ditutup dengan Senam SALUD. Melalui senam ini, anak-anak diajak bergerak aktif sambil mengingat kembali materi keselamatan berlalu lintas yang telah disampaikan. Senam SALUD menjadi media efektif untuk mengombinasikan edukasi, kesehatan, dan hiburan dalam satu kegiatan.

Melalui kegiatan Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD), diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya tertib berlalu lintas serta tumbuh menjadi generasi yang sadar akan keselamatan di jalan raya. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya tertib lalu lintas sejak usia dini, demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.










