JATENGKU.COM, Batang — Pembangunan desa berbasis data menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata ruang yang berkelanjutan. Hal ini diwujudkan oleh Muhammad Thaariq A, mahasiswa S1 Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip), melalui penyusunan Masterplan Desa Keniten, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, dalam rangkaian program KKN.
Masterplan ini hadir sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas ruang hidup sekaligus kesejahteraan masyarakat Desa Keniten. Fokus utamanya adalah pengelolaan potensi lokal yang diintegrasikan dengan analisis spasial yang presisi.

Berbeda dengan perencanaan konvensional, masterplan yang disusun oleh Thaariq menggunakan pendekatan saintifik. Analisis morfologi ruang dan lanskap desa dibangun dari pemetaan geospasial yang komprehensif, mencakup topografi 3D, pola penggunaan lahan, hingga identifikasi tingkat kerawanan erosi.
“Data geospasial ini memungkinkan kita menghasilkan arahan pemanfaatan ruang yang lebih adaptif terhadap kondisi tapak. Tujuannya agar setiap jengkel lahan di Desa Keniten dapat memberikan manfaat maksimal namun tetap terjaga secara ekologis,” jelas Thaariq.
Salah satu poin krusial dalam dokumen masterplan ini adalah desain revitalisasi BUMDes Keniten. Secara arsitektural, BUMDes dirancang bukan sekadar sebagai gedung usaha, melainkan sebagai elemen pembentuk keterbacaan ruang (spatial legibility) dan identitas kawasan.
Intervensi ini menempatkan BUMDes sebagai pusat gravitasi ekonomi dan sosial desa. Dengan penataan massa bangunan dan ruang terbuka yang terintegrasi, area ini diproyeksikan menjadi wajah baru Desa Keniten yang merepresentasikan kemandirian ekonomi.
Penyusunan masterplan ini bertujuan memberikan kerangka operasional bagi pemerintah desa dalam jangka panjang. Terdapat tiga target utama yang ingin dicapai melalui dokumen ini:
- Optimalisasi Ekonomi: Penataan zona usaha desa yang lebih produktif dan terukur.
- Keteraturan Tata Ruang: Terwujudnya lingkungan binaan yang terpadu dan efisien.
- Peningkatan Kualitas Hidup: Menciptakan ruang-ruang publik yang inklusif dan berkualitas bagi warga.
Kehadiran masterplan hasil karya mahasiswa Arsitektur Undip ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi Desa Keniten dalam mengelola pertumbuhan wilayahnya secara mandiri, teratur, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.







