Semarang, 21 September 2025_Desa Tlompakan, Tuntang, Kabupaten Semarang mengikuti kegiatan Expo KKN Kampus Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang.

Camat Tuntang Aris Setyawan, S.STP., MM meminta mahasiswa KKN Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bapak camat saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara expo dan bazar UMKM KKN Tematik Kecamatan Tuntang. Kegiatan ini diikuti oleh 16 desa di kecamatan Tuntang, tepatnya berada di lapangan desa Kesongo pada Minggu 21 September 2025.

Beliau mengatakan bahwa selama KKN, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori-teori yang telah didapatkan selama dibangku kuliah melainkan juga mahasiswa dapat menghidupkan UMKM yang ada di Lokasi KKN.

Expo ini bersamaan dengan hari jadi kecamatan Tuntang yang ke-148, yang kemudian diberikan tema “Tuntang Cemerlang, UMKM Unggul Mendukung Ketahanan Pangan”. Dimana produk yang ditampilkan meliputi hasil pertanian, makanan, makanan olahan hingga kuliner khas daerah desa masing-masing. Setiap desa yang ikut serta dalam kegiatan UMKM menampilkan produk unggulan dari desa masing-masing. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga UMKM untuk memperluas jaringan pemasaran serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Selain bazar UMKM, rangkaian kegiatan expo juga diadakannya kegiatan senam bersama dengan Ibu-Ibu, jalan sehat dan ditutup dengan penampilan kesenian dari desa-desa yang ada di kecamatan Tuntang.

Di kecamatan Tuntang ternyata banyak sekali bahkan hampir setiap desa mempunyai kesenian tersendiri misalnya jaranan, kesenian reog dan masih banyak lagi. Pada saat siang harinya kesenian jaranan dan reog dari beberapa desa tampil untuk memberikan hiburan kepada masyarakat yang berkunjung di expo tersebut.

Mahasiswa KKN UPGRIS juga berperan dalam pendampingan UMKM, dari promosi secara digital hingga pemasaran secara langsung. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi bukti nyata sinergi dalam membangun desa berbasis potensi local dan dapat meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Tuntang.

Editor: Handayat