JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG — Laba tak sekadar soal untung, tapi juga soal paham menghitung. Bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di kawasan KHDTK Penggaron, pemahaman soal pencatatan keuangan kini jadi bekal penting untuk menjadikan potensi lokal—seperti minyak atsiri—sebagai ladang cuan yang berkelanjutan.

Melihat peluang itu, Tim 61 KKN Tematik Universitas Diponegoro hadir membawa misi literasi keuangan melalui pelatihan pembukuan usaha mikro. Penyuluhan ini menjadi salah satu bagian dari program IDBU (IPTEK bagi Desa Binaan UNDIP) yang menyasar pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan potensi daerah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik berdasarkan Surat Tugas Rektor Nomor 274-058/UN7.D2/PM/IV/2025 dengan tajuk “Aplikasi Teknologi Produk berbasis Rempah Atsiri untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan di sekitar KHDTK Penggaron.” Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk atsiri, tetapi juga membekali masyarakat sekitar dengan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan usaha.

Melalui pendekatan yang aplikatif dan mudah dipahami, ibu-ibu KWT dibimbing untuk memahami alur dasar keuangan usaha. Mulai dari menghitung biaya produksi, menentukan harga pokok penjualan (HPP), menetapkan harga jual yang optimal, hingga menghitung laba serta menyusun laporan laba rugi sederhana. Pelatihan ini bertujuan agar pelaku usaha kecil tidak hanya sekadar menjual, tetapi juga mampu menilai performa usahanya secara berkala.

Penyuluhan Metode Pencatatan Cashflow Keuangan.

Tak hanya itu, Tim KKN juga memperkenalkan pencatatan arus kas (cashflow) yang disesuaikan dengan aktivitas harian ibu-ibu tani. Dengan memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha, para peserta diajak untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat dan mampu membuat keputusan usaha secara lebih bijak dan terarah.

“Kami ingin ibu-ibu KWT tidak hanya bisa berproduksi, tetapi juga paham bagaimana uang mereka berputar—karena usaha kecil bisa besar asal keuangannya dicatat dengan benar,” ujar Bintang Nurul Hidayati, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP yang memberikan pelatihan keuangan dalam program ini.

Untuk memudahkan pencatatan, peserta diperkenalkan dengan aplikasi SI-APIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Aplikasi ini dirancang untuk mendampingi pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan secara digital dan praktis. Selain itu, tim juga menyediakan template Google Spreadsheet sebagai alternatif pencatatan yang bisa langsung diakses melalui ponsel.

Program ini diikuti oleh 10 ibu-ibu KWT dan mendapat tanggapan yang sangat positif. Sebagian besar mengaku bahwa ini merupakan pengalaman pertama mereka belajar cara mencatat keuangan usaha secara sistematis dan benar. Untuk memastikan keberlanjutan praktik ini, tim turut membagikan template pembukuan sederhana yang bisa langsung diterapkan di usaha mereka sehari-hari.

Program ini dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa lintas fakultas UNDIP yang tergabung dalam kelompok 1 Tim 61 KKN Tematik UNDIP, yaitu Bintang Nurul Hidayati dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Diva Alfiatuzzahra, Vangga Deswanto Prasetyo Kurniantoro, Aqila Khaira Razana, Aissya Safriliana Isnaeni, Shaula Dzikra Maulidya, dan Zahrah Syahmina Badzlin dari Fakultas Sains dan Matematika, Prabaswara Nasywa Maharani dan Muhammad Affan Pasha dari Fakultas Teknik, serta Kanaya Candra Ajeng Sotya Ardani dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi kekuatan utama dalam merancang program yang tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.

Seluruh kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan: Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. dari Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Dr. dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes., Sp.Pd-KGer dari Fakultas Kedokteran.

Tim 61 KKN UNDIP juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak IDBU (IPTEK Bagi Desa Binaan UNDIP) juga menjadi elemen penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Dengan adanya fasilitas dan pendanaan yang diberikan, Tim 61 dapat menyusun program dengan matang, menyediakan media edukatif yang mendukung proses belajar, serta memastikan implementasi program berjalan efektif di lapangan.

Melalui program ini, Tim KKN 61 berharap agar masyarakat sekitar KHDTK Penggaron semakin berdaya dalam mengelola potensi lokal, memperkuat usaha berbasis atsiri, dan secara perlahan mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan melalui praktik keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan langkah kecil ini, Tim 61 membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan desa tak harus dimulai dari modal besar. Cukup dengan pencatatan sederhana dan semangat usaha, potensi atsiri di Penggaron bisa tumbuh sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

Editor: Handayat