Kelompok @hibahslbayaatklaten2026 yang merupakan salah satu tim Magang Hibah Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa menyelenggarakan pelatihan pembuatan kacang telur bersama wali murid di SLB A YAAT Klaten pada Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah wali murid yang tengah menunggu jam pulang sekolah anak-anaknya. Pelatihan berlangsung di area gazebo sekolah yang selama ini biasa digunakan wali murid untuk menunggu.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pengamatan mahasiswa magang terhadap kebiasaan wali murid yang hanya duduk menunggu tanpa kegiatan selama jam sekolah berlangsung. Dari kondisi tersebut, muncul gagasan untuk mengisi waktu tunggu itu dengan kegiatan yang lebih produktif, yaitu pelatihan keterampilan membuat kacang telur.
Kegiatan dibuka oleh tim magang UNS dengan penjelasan mengenai alat, bahan, dan tahapan pembuatan kacang telur yang akan dipraktikkan bersama. Selanjutnya, wali murid diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, membuat adonan, menggoreng, hingga mengemas kacang telur agar siap dipasarkan.
Proses pembuatan disampaikan secara bertahap dan mudah diikuti, sehingga wali murid dapat terlibat aktif di setiap tahapannya, mulai dari yang belum terbiasa hingga yang sudah lebih mahir mengolah bahan.
M. Husain Yasar, selaku ketua tim Magang Hibah UNS di SLB A YAAT Klaten, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar wali murid memiliki keterampilan tambahan yang bernilai jual di sela waktu tunggu mereka.
“Kami ingin para wali murid tersebut dapat memanfaatkan waktu luangnya selama menunggu anaknya pulang sekolah untuk melakukan hal-hal yang produktif. Wali murid juga jadi punya keterampilan tambahan yang bisa dipraktikkan lagi di rumah, bahkan bisa jadi bekal usaha kecil,” ujarnya.
Antusiasme terlihat sejak pelatihan berlangsung. Wali murid yang biasanya hanya menunggu kini ikut sibuk menyiapkan bahan hingga menggoreng kacang telur bersama-sama.
Salah satu wali murid yang mengikuti pelatihan mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Ia menilai kegiatan semacam ini jauh lebih bermanfaat dibanding hanya menunggu tanpa aktivitas.
“Seru mbak mas kalau ada kegiatan gini. Daripada kita cuma tenguk-tenguk di gazebo, masak-masak bareng gini lebih bermanfaat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, tim magang UNS berharap keterampilan membuat kacang telur dapat terus dikembangkan meski masa magang telah berakhir, sehingga wali murid memiliki peluang usaha kecil yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa program magang mahasiswa tidak hanya menyasar murid, tetapi juga dapat memberi manfaat langsung bagi wali murid melalui kegiatan yang sederhana namun bernilai ekonomis.
