JATENGKU.COM, PEKALONGAN – Kelurahan Kandang Panjang, yang terletak di Kecamatan Pekalongan Utara, merupakan daerah pesisir dengan potensi perikanan melimpah yang bisa dimaksimalkan dalam pemenuhan gizi masyarakat. Meski demikian, kelurahan ini masih menghadapi tantangan serius: tercatat 47 anak yang teridentifikasi mengalami stunting, sebuah kondisi yang menuntut perhatian khusus baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat untuk segera ditangani.
Dalam upaya merespons berbagai tantangan tersebut, digelar acara GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yang diawali dengan penyerahan paket bantuan gizi dan kebutuhan anak secara simbolis. Penyerahan dilakukan langsung oleh Camat Pekalongan Utara, Wismo Aditiyo, S.Pt, M.T., bersama perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pekalongan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat intervensi kesehatan gizi di wilayah tersebut.
Berlangsung pada hari yang sama, KKN Undip Tim 126 mengambil langkah inovatif dengan mengadakan simulasi pembuatan MPASI berbahan dasar ikan, memanfaatkan potensi perikanan lokal untuk menciptakan makanan pendamping ASI bergizi. Kegiatan ini dirancang untuk membekali orang tua dengan keterampilan mengolah bahan lokal menjadi MPASI yang bergizi dan aman, sebagai strategi pencegahan stunting yang berbasis komunitas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh dua anak penerima paket bantuan gizi beserta ibu mereka sebagai perwakilan keluarga yang masih terdampak stunting. Selain itu, hadir pula ibu-ibu kader PKK Kelurahan Kandang Panjang yang menjadi sasaran utama simulasi pembuatan MPASI tersebut. Kehadiran kader PKK ini memiliki tujuan strategis yaitu pada rencana tindak lanjut, mereka akan secara rutin dan berkala melaksanakan simulasi serupa di lingkungan masing-masing, sebagai upaya keberlanjutan program sekaligus pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pengentasan stunting di wilayah Kandang Panjang.
Acara berjalan dengan baik dan lancar. Simulasi pembuatan nugget ikan sebagai MPASI mendapat sambutan hangat dari para ibu kader PKK maupun ibu yang memiliki anak stunting. Antusiasme terlihat ketika peserta menyaksikan dan mencoba langsung proses pengolahan ikan menjadi nugget bergizi.
Ibu Nur, selaku Ketua PKK Kelurahan Kandang Panjang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa simulasi MPASI berbahan ikan menjadi wawasan baru bagi para ibu di wilayah tersebut. “Selama ini kami mengira nugget hanya bisa dibuat dari ayam, ternyata ikan pun bisa diolah menjadi nugget yang nikmat, sehat, dan bergizi. Ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sebagai bentuk penguatan keberlanjutan program, KKN Undip Tim 126 tidak hanya menjadikan ibu-ibu PKK sebagai ujung tombak rencana tindak lanjut, tetapi juga menyiapkan booklet berisi panduan resep dan cara pengolahan nugget ikan, lengkap dengan tips penyajian yang aman untuk MPASI. Selain itu, tim juga membuat leaflet berisi panduan pentingnya mengonsumsi makanan sehat bagi ibu hamil serta contoh penerapan pola makan sehat berbasis pangan lokal.
Materi edukasi tersebut dirancang agar dapat dibagikan kepada para ibu hamil melalui program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang rutin dijalankan di kelurahan. Dengan begitu, upaya ini menjadi lebih menyeluruh dan tepat sasaran—tidak hanya menyentuh keluarga yang anaknya sudah memasuki usia MPASI, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan kepada ibu hamil agar lebih siap mempersiapkan MPASI bergizi ketika anak mereka lahir nanti.
Harapannya, rangkaian kegiatan ini dapat menjadi titik awal perubahan pola makan berbasis potensi lokal di Kandang Panjang, memperkuat kesadaran gizi masyarakat, dan menekan angka stunting secara berkelanjutan.











