JATENGKU.COM, Kalimacan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam Program Hibah Pembelajaran Berdampak Februari–Juli 2026 melaksanakan program kerja berupa Sosialisasi Hidroponik Ramah Lingkungan (HARMONI) di Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya tanaman hidroponik sekaligus mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan.
Sosialisasi diawali dengan pemaparan mengenai konsep dasar hidroponik, yaitu metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Mahasiswa menjelaskan berbagai keunggulan hidroponik, seperti dapat diterapkan di lahan yang sempit, lebih hemat air, menghasilkan tanaman yang lebih bersih, serta menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menanam sayuran sendiri di pekarangan rumah.
Selain menjelaskan cara kerja hidroponik, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan-bahan alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Dalam sesi ini disampaikan bahwa media tanam rockwool yang umum digunakan dalam hidroponik dapat diganti dengan kapas untuk penyemaian benih. Sumbu flanel juga dapat diganti menggunakan potongan kain bekas yang masih memiliki daya serap air yang baik. Sementara itu, air cucian beras diperkenalkan sebagai salah satu alternatif nutrisi alami yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman sehingga masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan hidroponik sederhana menggunakan sistem wick (sumbu). Mahasiswa menggunakan botol plastik bekas sebagai wadah tanam, rockwool sebagai media semai, sumbu flanel, serta larutan nutrisi AB Mix agar peserta dapat melihat secara langsung cara kerja sistem hidroponik yang umum digunakan.


Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan,, mulai dari jenis sayuran yang cocok ditanam secara hidroponik, cara merawat tanaman agar tumbuh optimal, hingga alternatif bahan yang lebih mudah diperoleh untuk diterapkan secara mandiri di rumah. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya minat peserta dalam mengembangkan budidaya sayuran sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi pelopor dalam menerapkan hidroponik sederhana di lingkungan rumah masing-masing. Pemanfaatan botol plastik bekas sebagai wadah tanam serta penggunaan bahan-bahan alternatif yang mudah ditemukan di sekitar diharapkan dapat menjadi solusi bercocok tanam yang lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 2 yaitu Zero Hunger melalui upaya mendorong ketahanan pangan keluarga dengan budidaya sayuran secara mandiri, serta tujuan 12 yaitu Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga, seperti botol bekas, sebagai media tanam yang bernilai guna. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap sumber pangan yang lebih sehat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah melalui praktek pemanfaatan kembali (reuse) limbah rumah tangga.

Selain program tersebut, mahasiswa KKN juga melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta peningkatan sarana dan prasarana desa. Pada bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan GEMAS (Gizi Masyarakat Sehat) berupa edukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang balita. Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui HERBANER (Herba Corner) dengan pembuatan pojok kebun tanaman obat keluarga bersama ibu-ibu PKK, LENTARA (Lilin Jelantah Ramah Lingkungan) pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin, serta SPONGY, yaitu sosialisasi mengenai bahaya penggunaan spons cuci piring sebagai tempat berkembangnya bakteri dan pengenalan loofah dari gambas kering sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Mahasiswa juga menyelenggarakan ECO-CERIA (Ecoprint Creative Anak Desa) yang mengajak anak-anak Desa Kalimacan berkreasi membuat ecoprint menggunakan bahan-bahan alami sebagai media pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Melalui KOIN (Kreasi Olah Inovatif Menabung), anak-anak diberikan edukasi mengenai pentingnya budaya menabung sekaligus membuat celengan dari botol bekas sebagai bentuk pemanfaatan limbah plastik. Sementara pada bidang sarana dan prasarana desa, mahasiswa melaksanakan SIGMA-RT dengan pembuatan papan identitas rumah bagi Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Ketua RT guna memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan administrasi. Program SITerang (Sistem Informasi Terpadu Rambu Terang) juga diwujudkan melalui pemasangan reflektor jalan pada beberapa titik yang minim penerangan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
Di samping itu, mahasiswa KKN turut berpartisipasi aktif dalam mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kalimacan. Bentuk keterlibatan tersebut antara lain membantu proses penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, mendampingi pelaksanaan kegiatan Posyandu bersama kader kesehatan, serta berpartisipasi dalam pemeriksaan jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah. Mahasiswa juga turut berkontribusi di bidang pendidikan keagamaan dengan mengajar di Taman Pendidikan Al-quran (TPA), mendampingi anak-anak dalam belajar membaca Al-quran, menghafal doa-doa harian, serta menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini.
Seluruh rangkaian program kerja dan kegiatan pendampingan tersebut menjadi bukti komitmen mahasiswa KKN Desa Kalimacan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kader PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan berbagai inovasi kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong terwujudnya masyarakat Desa Kalimacan yang lebih sehat, mandiri, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.
