JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 29 Universitas Diponegoro tahun ini menghadirkan karya penting bagi Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa KKN IDBU 29 bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menyusun “Profil Desa Plumbon 2025”, sebuah dokumen yang memotret kondisi sekaligus potensi desa secara menyeluruh.
Profil desa ini menjadi produk unggulan KKN, yang diharapkan dapat menjadi panduan pembangunan, acuan kebijakan, sekaligus inspirasi bagi warga dalam mengoptimalkan kekayaan lokal yang dimiliki.
Dari Sejarah Hingga Masa Kini
Dokumen ini diawali dengan sejarah Desa Plumbon yang sarat makna. Nama “Plumbon” berawal dari kisah R.T. Honggowongso pada tahun 1741, yang menemukan sebuah kubangan penuh tumbuhan lumbu. Dari situlah lahir nama Palumbon, yang kemudian berkembang menjadi Plumbon seperti yang kita kenal sekarang.
Perjalanan panjang itu kini terhubung dengan wajah modern desa: jumlah penduduk lebih dari 5.300 jiwa dengan dominasi usia produktif, sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung, serta geliat UMKM seperti batik nyolet, kerajinan, hingga industri rumahan karak yang menjadi ciri khas Plumbon.
Wajah Desa dalam Angka dan Potensi
Di dalam profil desa, masyarakat bisa menemukan banyak informasi menarik. Misalnya:
- Demografi: komposisi laki-laki dan perempuan hampir seimbang, dengan mayoritas berada di usia produktif.
- Pendidikan: sebagian besar warga menamatkan pendidikan hingga SMA, meskipun jumlah lulusan perguruan tinggi masih perlu ditingkatkan.
- Ekonomi: selain padi sebagai komoditas utama, warga juga menekuni usaha kecil seperti menjahit, bertukang, hingga produksi kuliner tradisional.
- Budaya: tradisi gethok tular masih hidup sebagai cara komunikasi khas, dan kesenian karawitan “Hamong Laras” menjadi ruang ekspresi budaya yang diwariskan lintas generasi.
Selain itu, profil desa juga menampilkan sarana prasarana penting: dari sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, hingga pasar desa dan balai desa yang kerap menjadi pusat kegiatan warga.
Visi Desa: Maju, Mandiri, dan Religius
Melalui profil ini, masyarakat dapat lebih mudah memahami arah pembangunan Plumbon. Visi desa adalah “Menjadi desa yang berdaya, modern, transparan, dan religius”.
Untuk mewujudkan itu, program-program unggulan disusun, mulai dari pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelestarian budaya lokal. Semua ini tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
KKN UNDIP: Kolaborasi untuk Desa
Penyusunan Profil Desa Plumbon 2025 tidak akan terwujud tanpa kerja sama erat antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat. Mahasiswa menjadi motor penggerak dalam mengolah data, membuat visualisasi, hingga menyusun dokumen, sementara perangkat desa memberikan informasi dan arahan agar hasilnya benar-benar bermanfaat.
“Profil desa ini bukan hanya data, tetapi juga cermin jati diri Plumbon. Harapannya, dokumen ini bisa menjadi pedoman bagi desa untuk melangkah lebih maju,” ungkap salah satu anggota Tim KKN.
Dengan hadirnya profil desa ini, Desa Plumbon kini memiliki “peta jalan” pembangunan yang lebih jelas. Tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga sumber inspirasi untuk warga agar semakin mencintai dan mengembangkan desa.
Dari Plumbon untuk Indonesia, dari kerja sama mahasiswa dan masyarakat, lahirlah harapan baru: Desa Plumbon yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Penulis:
- Kayla Attiva Chariri (Manajemen, FEB, UNDIP)
- Jacintha Cherylle M. (Manajemen, FEB, UNDIP)
- Yunita Yudi Putri (Akuntansi, FEB, UNDIP)
- Olga Arnetha Ariningsih (Ekonomi, FEB, UNDIP)
- Vito Ultan Rashif (Antropologi, FIB, UNDIP)
- Maritza Shofiya ( Sejarah, FIB, UNDIP)
- Naima Afia Dignity ( Sastra Inggris, FIB, UNDIP)
- Aisya Salma F. ( Sastra Jepang, FIB, UNDIP)
- Gibran Khayirah T. (Sastra Indonesia, FIB, UNDIP)
Dosen Pembimbing:
- Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.
- dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med., Ph.D
- Prof. Dr. Ir. Suharyanto, M.Sc.
- Novia Sari Ristanti, S.T., M.T.










