JATENGKU.COM, JEPARA – Pemerintah Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) untuk menyusun perencanaan pengembangan desa wisata berbasis pesisir. Lewat program bertajuk IDBU-84-K.JEPARA-TAHUNAN, mahasiswa menghadirkan konsep masterplan pengembangan wisata dan platform WebGIS desa wisata berbasis teknologi.

Kegiatan KKN Tematik IDBU UNDIP tim 84 Desa Tegalsambi di bawah bimbingan Bu Novia Sari Ristianti, S.T., M.T., Bu Dr. Ing Santy Paulla Dewi, S.T., M.T., Bu Dr. Ir. Frida Purwanti, M.Sc., dan Bu Fathimah Kurniawati S.E., M.Ec.Dev. berfokus pada Pembuatan Masterplan dan WebGIS Desa Wisata Tegalsambi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Tegalsambi sebagai Desa Wisata Pesisir Tangguh yang terintegrasi dan berkelanjutan. Konsep ini dikemas dalam tema Sustainable Coastal Tourism dan menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan daerah.

Program tersebut dipaparkan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Balai Desa Tegalsambi, Minggu (27/7). Hadir dalam acara tersebut perangkat desa, masyarakat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa KKN Undip.

Paparan Masterplan dan WebGIS

Ketua tim program, dalam paparannya menjelaskan bahwa masterplan disusun berdasarkan hasil survei lapangan, pemetaan partisipatif, dan analisis kebutuhan kawasan wisata.

“Masterplan mencakup zoning wisata, pengelolaan fasilitas publik, jalur sirkulasi pengunjung, serta integrasi potensi budaya, alam, dan religi yang ada di desa,” ujar yusuf sebagai ketua Tim program

Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan WebGIS, platform berbasis web yang menyajikan informasi spasial mengenai titik-titik wisata, jalur akses, fasilitas publik, paket wisata, hingga sejarah desa.

“WebGIS ini menjadi sarana promosi desa sekaligus memudahkan wisatawan dan investor untuk mengakses informasi secara cepat dan interaktif,” tambahnya.

Yang menarik, rancangan masterplan ini sebelumnya telah dipresentasikan dalam acara “Bupati Ngantor di Desa” pada 24 Juli 2025 di Desa Krapyak. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa Tegalsambi menyampaikan sinergi yang terjalin antara pihak desa dan mahasiswa KKN Undip kepada Bupati Jepara.

“Kami menyampaikan usulan pengembangan kawasan wisata melalui masterplan yang disusun mahasiswa. Bupati Jepara menyampaikan apresiasi dan titip salam kepada adik-adik mahasiswa. Beliau sangat memberi perhatian terhadap program ini,” ujar Kepala Desa Tegalsambi, Agus, atau yang biasa disapa Pak Inggi.

Ia berharap agar hasil dari program KKN ini bisa benar-benar ditindaklanjuti untuk pembangunan jangka panjang desa.

“Saya berharap rekomendasi masterplan dari teman-teman KKN Undip bisa membuat Desa Tegalsambi naik kelas, menjadi desa yang berkembang dan bisa disejajarkan dengan desa wisata lainnya,” tuturnya.

Harapan dan Apresiasi Masyarakat

Kepala Desa Tegalsambi juga berharap program ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara desa dan kampus.

“Program ini bukan yang pertama dan terakhir. Saya berharap ada bentuk pendampingan lanjutan dari Undip. Bahkan kalau memungkinkan, ada kolaborasi jangka panjang untuk wujudkan program ini dalam dua tahun ke depan.” Ujar Pak Inggi.

Pihaknya juga berharap bantuan atau dukungan dari pihak eksternal dalam bentuk CSR.

“Kami ingin mengimplementasikan masterplan ini, namun masih terbatas dari sisi anggaran. Saat ini hanya mengandalkan Dana Desa. Kami butuh masukan apabila nantinya dari Undip bisa membantu menjembatani untuk program CSR, agar ada solusi pembangunan yang saling menguntungkan,” terangnya.

Dosen Pembimbing Lapangan, Bu Novia Sari Ristianti,S.T.,M.T, turut memberikan pandangan. Ia menekankan bahwa perencanaan yang telah dipaparkan tidak bisa serta-merta langsung diwujudkan tanpa proses.

“Masterplan yang dirancang tentu tidak langsung bisa terwujud sempurna seperti yang dipresentasikan oleh rekan-rekan. Semua membutuhkan proses dan tahapan yang bertahap,” ungkapnya.

Selain itu, Beliau menambahkan:

“Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk upaya menggandeng mitra atau instansi agar Dana Desa bisa difokuskan untuk kebutuhan strategis lainnya.”

Selama 25 hari pelaksanaan program, para mahasiswa tidak hanya menyusun perencanaan dan sistem digital, tetapi juga aktif berbaur dengan masyarakat desa.

“Saya berterima kasih, teman-teman mahasiswa bisa mendampingi warga, hadir dengan karakter yang berkelas, dan membawa warna positif bagi desa,” ujar Pak Inggi.

Program dokumentasi juga menjadi bagian penting dari KKN ini. Mahasiswa turut memproduksi video dokumentasi dan visualisasi masterplan sebagai media promosi kreatif berbasis narasi visual.

Menuju Desa Wisata Mandiri

Kegiatan KKN Undip di Desa Tegalsambi menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Dengan hadirnya masterplan dan WebGIS, Desa Tegalsambi kini punya arah pembangunan wisata pesisir yang lebih terstruktur, modern, dan berkelanjutan.

Editor: Handayat