JATENGKU.COM, Semarang – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 Tim 31 Universitas Diponegoro di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi tahap pertama Program Pengabdian Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Warga Panti Sosial Mardi Utomo dalam Pengembangan Infrastruktur Pendukung dan Kebun sebagai Pilar Kolaborasi Rekacipta Produk Kampus Berdampak”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Aula PPS PGOT Mardi Utomo, Semarang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Multidisiplin 3 dengan judul “Pemanfaatan Hasil Kebun Atsiri sebagai Produk Bernilai Ekonomis (Lilin Aromaterapi, Sabun Mandi Cair, dan Karbol Sereh)”. Sosialisasi ini diikuti oleh 26 warga PPS PGOT Mardi Utomo yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Manfaat (PM). Acara dibuka pada pukul 13.00 WIB dengan sambutan oleh Dra. Ratna Widyarini selaku perwakilan PPS PGOT Mardi Utomo, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam upaya pemberdayaan warga melalui kegiatan edukatif dan produktif.

Sesi materi diawali dengan penyampaian “Teknik Budidaya Serai Wangi” oleh Muhammad Hasbi Abidin El Baraday, yang membahas tahapan penanaman, perawatan, hingga pemanenan serai wangi. Materi selanjutnya disampaikan oleh Yasmin Salsabil Syahira mengenai “Good Manufacturing Practices (GMP) dan Penyulingan Minyak Atsiri” yang menekankan pentingnya standar produksi yang baik guna menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.
Pada kesempatan tersebut juga ditayangkan video dokumentasi proses penyulingan minyak atsiri serai wangi yang diproduksi oleh Tim Multidisiplin 3. Video tersebut menampilkan rangkaian proses mulai dari pemanenan, pencacahan bahan baku, hingga penyulingan minyak atsiri yang dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Diponegoro yang berlokasi di Kaligawe, Susukan, Kecamatan Ungaran. Dari sekitar 20 kilogram serai wangi, diperoleh kurang lebih 150 mililiter minyak atsiri melalui tiga kali proses penyulingan. Minyak atsiri tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi, sabun cuci tangan, dan karbol serai wangi.
Materi berikutnya disampaikan oleh Radistya Ghaisan Pratama mengenai “Praktik Dasar Good Manufacturing Practices (GMP)” yang dilanjutkan oleh Daffa Zain Muttaqin dengan materi “Penekanan Aspek Higienitas dalam Proses Pengolahan Produk”. Kedua materi ini menekankan pentingnya kebersihan, keamanan, dan konsistensi proses dalam pengolahan produk turunan minyak atsiri.
Memasuki sesi lanjutan, disampaikan Materi Turunan Atsiri yang dibawakan oleh Haya Asma Nadya, Loeise Devina Aprillianty Candra, dan Muhammad Syahrakha Awandi. Materi meliputi praktik pembuatan lilin aromaterapi serai wangi, karbol serai wangi, serta sabun cuci tangan serai wangi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan demonstrasi pembuatan produk turunan minyak atsiri bersama Penerima Manfaat. Dalam sesi demonstrasi, para PM dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok pembuatan sabun, lilin aromaterapi, dan karbol. Para peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan produk dari tahap awal hingga akhir dengan pendampingan mahasiswa KKN, sehingga kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktis sekaligus penguatan keterampilan.
Produk turunan minyak atsiri serai wangi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini memiliki nilai inovasi dan keunggulan dibandingkan produk sejenis pada umumnya. Lilin aromaterapi serai wangi menggunakan minyak atsiri alami yang bermanfaat sebagai pengusir nyamuk, penyegar ruangan, serta membantu meningkatkan relaksasi melalui aroma khas serai wangi. Sabun cuci tangan serai wangi diformulasikan untuk membersihkan noda pada tangan sekaligus menjaga kelembapan kulit dengan tekstur yang halus. Sementara itu, karbol serai wangi dinilai efektif untuk membersihkan lingkungan dan membantu mengusir serangga tanpa tambahan bahan kimia sintetis, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman digunakan.
Kegiatan sosialisasi tahap pertama ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penutupan acara pada pukul 15.30 WIB. Melalui kegiatan ini, Tim KKN Tematik 2026 Tim 31 Universitas Diponegoro berharap dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan warga PPS PGOT Mardi Utomo dalam mengolah potensi kebun atsiri menjadi produk bernilai ekonomis, serta mendorong terwujudnya kolaborasi kampus berdampak yang berkelanjutan.

Tim Pelaksana Kegiatan
Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, M.T
Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, SSi, MSi.
Ketua: Muhammad Syahrakha Awandi
Koordinator: Fikran Sandiwikrana
Anggota:
Muhammad Hasbi Abidin El Baraday
Yasmin Salsabil Syahira
Radistya Ghaisan Pratama
Haya Asma Nadya
Loeise Devina Aprillianty Candra
Daffa Zain Muttaqin
Anissa Putri Puspitasari
Muhammad Nabil Dhiaulhaq











