JATENGKU.COM, KARANGANYAR — Sektor pertanian menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat Desa Berjo, khususnya di Dukuh Gemah, Kecamatan Ngargoyoso. Namun, petani setempat selama ini masih dihadapkan pada serangan hama lalat buah (Bactrocera sp) yang kerap menurunkan hasil panen dan kualitas produksi tanaman. Menyadari adanya permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN-T UNDIP TIM 147 Kelompok 3 menggagas inovasi lapangan melalui program penyuluhan dan praktik pertanian ramah lingkungan yang menyesuaikan kebutuhan lokal warga.

Program penyuluhan dan praktik pembuatan perangkap lalat buah (fly trap) menjadi langkah strategis utama yang ditawarkan oleh mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali bertepatan dengan agenda rutin warga RT 02 dan RT 03 pada tanggal 5 dan 12 Juli 2025 serta diperkuat dengan sesi praktek langsung bersama Kelompok Tani Gemah Makmur di tanggal 16 Juli 2025.

Dalam setiap pertemuan, dua mahasiswa dari Fakultas Sains dan Matematika, yaitu Adi dan Valid memberikan materi, berdiskusi, serta mendemonstrasikan cara kerja fly trap secara interaktif. Pemilihan waktu dan strategi penyadaran komunitas melalui agenda rutin warga memperkuat keterlibatan dan antusiasme setiap peserta.

Praktik pembuatan fly trap dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, dan Ketua Kelompok Tani Gemah Makmur sebagai uji coba awal. Proses ini dimulai dengan mengenali karakteristik lalat buah yang merugikan hasil panen dengan cara bertelur di dalam buah atau sayuran, hingga akhirnya menyebabkan rontok dan pembusukan.

Kemudian, mahasiswa memandu warga yang hadir membuat perangkap sederhana dengan memanfaatkan botol plastik bekas, kapas, kawat, air, dan cairan metil eugenol (petrogenol) sebagai atraktan. Cairan metil eugenol dipilih karena aromanya mampu menarik lalat jantan, sehingga efektif menurunkan populasi lalat dan menekan laju infeksi hama pada tanaman. Formulasi dan langkah-langkah pembuatan dipraktikkan bersama untuk memastikan warga masyarakat dapat membuat dan menerapkan fly trap secara mandiri.

Kolaborasi ini juga memanfaatkan leaflet buatan Laluna dan buku panduan dari Kalam yang berperan penting sebagai media edukasi visual. Leaflet tersebut memuat pengenalan karakter lalat buah, solusi efektif, hingga langkah-langkah teknis pembuatan dan pemasangan fly trap berilustrasi sehingga dapat dengan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum pernah mencoba metode ini.

Materi edukasi tersebut memberikan kepercayaan diri bagi petani agar teknologi sederhana dengan biaya rendah ini benar-benar diimplementasikan secara berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat. Buku panduan dan leaflet memastikan setiap warga dapat merujuk ulang ketika akan mempraktekkan pembuatan fly trap secara mandiri di rumah atau lahan pertanian mereka.

Uji coba fly trap di kebun Kelompok Tani Gemah Makmur terbukti cukup efektif dalam menurunkan serangan lalat buah (Bactrocera sp) pada lahan percontohan. Para petani mulai merasakan penurunan tingkat kerusakan dan kehilangan hasil panen dalam waktu singkat setelah pemasangan perangkap.

Selain mengurangi kerugian ekonomi, penggunaan fly trap juga dinilai ramah lingkungan karena tidak menggunakan insektisida kimia yang berisiko bagi ekosistem maupun kesehatan manusia. Penerapan teknologi ini didukung penuh oleh masyarakat, bahkan muncul komitmen untuk memperluas adopsi metode fly trap pada lahan-lahan pertanian lainnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa Berjo, khususnya Dukuh Gemah, bisa menjadi pionir dalam penerapan teknologi pertanian berkelanjutan yang sederhana namun berdampak besar.

Upaya Mahasiswa KKN-T 147 UNDIP, dengan dukungan leaflet Laluna dan buku panduan Kalam, telah membekali masyarakat tidak hanya dengan keterampilan teknis tetapi juga semangat kolaboratif dan inovasi dalam menghadapi tantangan pertanian. Langkah ini menjadi contoh sinergi nyata antara dunia akademik dan masyarakat, membangun ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan secara serempak dan berkesinambungan.

Penulis:
– Laluna Yulizar Faisa Raharjo, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat.
– Haniifah Witareddya, Prodi Hukum, Fakultas Hukum.

Editor: Handayat