JATENGKU.COM, SEMARANG — Pada tanggal 19 Juli 2025, mahasiswa KKN-T TIM 86 IDBU Universitas Diponegoro dari Kelompok 5 menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Edukasi Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Aquaponik Sederhana”. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Peserta yang hadir adalah perwakilan RT dari masing-masing masyarakat RW 04 dan RW 5, Penggaron Kidul.

Materi disampaikan oleh Elvy Faza Pridyana, mahasiswa Perikanan Tangkap sekaligus anggota Kelompok 5 KKN-T TIM 86 IDBU UNDIP. Dalam sesi tersebut, Elvy menjelaskan secara runtut mulai dari pengertian Aquaponik, pemanfaatan limbah sampah anorganik menjadi aquaponik, budidaya ikan lele yang baik, pakan yang sesuai untuk budidaya ikan lele berdasarkan umur ikan dan pengecekan kualitas air budidaya.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan permasalahan sampah yang terus meningkat, budidaya ikan lele dengan sistem aquaponik sederhana kini menjadi solusi inovatif yang semakin diminati masyarakat. Berbasis permanfaatan limbah sampah anorganik untuk aquaponik, metode ini menawarkan peluang usaha sekaligus kemandirian pangan keluarga di era digital.

Aquaponik adalah sistem budidaya terpadu antara ikan dan tanaman. Dalam sistem ini, limbah dari budidaya ikan seperti lele dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman, sementara tanaman membantu menyaring air, sehingga ekosistem menjadi lebih berkelanjutan.

Berbeda dari sistem konvensional, aquaponik tidak membutuhkan lahan luas. Apalagi, kini tersedia berbagai panduan digital mulai dari video tutorial di YouTube, aplikasi pemantau kualitas air, hingga forum komunitas petani digital yang memudahkan siapa saja untuk belajar secara mandiri.

Keunggulan aquaponik tak hanya dari sisi efisiensi air dan minimnya limbah, tetapi juga dari nilai tambah yang ditawarkan. Ikan lele bisa dipanen dalam waktu 2-3 bulan, sementara tanaman seperti kangkung, selada, atau bayam bisa dipetik setiap minggu, menjadikannya sumber gizi sekaligus penghasilan tambahan.

Tidak hanya penyampaian teori saja tetapi juga dilakukan demo pembuatan sistem aquaponik sederhana. Sebagai pendampingan lanjutan, setiap masyarakat yang hadir mendapatkan leaflet, buku saku, aquaponik sederhana, bibit ikan lele, bibit kangkung, dan pakan ikan lele. Leaflet tersebut berisi informasi seputar hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan lele.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang interaktif. Para masyarakat yang hadir tidak ragu untuk bertanya mengenai budidaya ikan lele yang baik. Selain mendapatkan pengetahuan, kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN-T dan warga yang ada di Penggaron Kidul. Usai penyampaian materi, acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama warga Penggaron Kidul setelah kegiatan sosialisasi budidaya ikan lele aquaponik. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan keluarga di lingkungan perkotaan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T TIM 86 IDBU UNDIP berharap dengan adanya perpaduan teknologi digital dan semangat kemandirian, budidaya lele aquaponik sederhana menjadi salah satu bentuk adaptasi masyarakat terhadap era baru di mana ketahanan pangan tidak lagi hanya milik pedesaan, tetapi juga bisa dibangun dari halaman rumah perkotaan.

Editor: Handayat